Pemerintah Kota Depok memperlebar Jalan Raya Cipayung sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan di Jalan Raya Sawangan. Pelebaran jalan tersebut juga dilakukan untuk mendukung rencana pembukaan akses Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dari arah Sawangan menuju Bojonggede, Bogor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok Yodi Joko Bintoro mengatakan, pelebaran Jalan Raya Cipayung merupakan langkah antisipasi terhadap kemacetan di Jalan Raya Sawangan. Proyek tersebut sekaligus dipersiapkan untuk mendukung lanjutan pembangunan Tol Cijago.
"Ini merupakan kebijakan dari Bapak Wali Kota Depok, terkait kita mau meminta bukaan tol di daerah tanah merah (perbatasan Sawangan-Cipayung)," ujar Yodi, Kamis (17/9/2026).
Yodi menjelaskan, Pemkot Depok telah mengajukan permintaan pembukaan akses Tol Cijago di wilayah Cipayung. Dalam pengajuan tersebut, Pemkot Depok perlu memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya terkait kapasitas dan kemampuan jalan.
"Jadi, ini memang dianggarkan lewat BTT untuk menyikapi nanti ada bukaan tol di Cipayung nanti, anggaran sekitar Rp 28 miliar," jelas Yodi.
Pemkot Depok menata Jalan Raya Cipayung sepanjang 1,4 kilometer, mulai dari Jembatan Serong hingga Jalan Muhidin. Lebar jalan setelah pelebaran diperkirakan mencapai 9-12 meter, menyesuaikan bidang jalan yang tersedia.
"Lebar variatif ya, sembilan sampai 12 meter, kita ada penambahan sekitar tiga meter dari eksisting," terang Yodi.
Saat ini, pelebaran Jalan Raya Cipayung telah memasuki tahap pemasangan tiang pancang. Aktivitas tersebut membuat alat berat menggunakan sebagian badan jalan.
DPUPR Kota Depok telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polres Metro Depok untuk mengatur lalu lintas selama proses pengerjaan.
"Tapi poinnya kita sudah berkoordinasi, akses jalan diberlakukan buka tutup. Jadi enggak tutup total, kita mungkin ada rekayasa yang dari utara ke selatan gantian dengan selatan ke utara, mungkin itu," ucap Yodi.
DPUPR Kota Depok menargetkan pelebaran Jalan Raya Cipayung rampung pada Desember 2026 atau dalam waktu 120 hari kerja. Sementara itu, pengerjaan sheet pile yang berbatasan langsung dengan Kali Cipayung dilakukan secara bertahap.
"Mulai dari titik ini ya (sheet pile) nanti berangsur-angsur bertahap sampai dengan Jembatan Serong. Kita tetap mempertahankan badan air, jadi mungkin ada sedikit penyesuaianlah," ungkap Yodi.
Pintu Tol Cijago
Yodi optimistis pelebaran Jalan Raya Cipayung dapat rampung dan disesuaikan dengan rencana pembukaan pintu Tol Cijago di wilayah Cipayung. Pengerjaan pembukaan pintu tol tersebut direncanakan dimulai pada 2027.
"Kita nanti sudah punya pintu tol Cipayung di akhir tahun 2027," tutur Yodi.
Menurut Yodi, pembukaan pintu tol tersebut juga akan didukung dengan pelebaran Jalan Muhidin Cipayung hingga Jalan Garuda Sawangan. Pemkot Depok berencana melakukan pembebasan lahan untuk Jalan Muhidin dan Jalan Garuda pada 2027.
"Mudah-mudahan ke depannya ini menjadi pusat perkembangan baru bagi Cipayung karena kita punya bukaan tol, kemudian kita punya akses yang lebih baik untuk ke arah tol maupun ke arah Sawangan," kata Yodi.
Yodi juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan pengguna Jalan Raya Cipayung atas gangguan lalu lintas yang terjadi selama proses pelebaran jalan.
"Atas nama Pemerintah Kota Depok, saya ucapkan permohonan maaf atas kemungkinan gangguan kemacetan yang terjadi, kami minta maaf. Kami berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Depok, terkait dengan pembangunan pelebaran jalan ini (Cipayung)," pungkas Yodi.