Ribuan buruh dari berbagai aliansi telah berkumpul di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Mereka datang dari berbagai sisi untuk menyampaikan aspirasinya dalam aksi unjuk rasa memperingati May Day atau Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008035/original/083767600_1782997632-1714550785732-aswme.jpg)
Advertisement
Berdasarkan pantuan Liputan6.com di lokasi, kerumunan massa menutup ruas Jalan Medan Merdeka Selatan. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008036/original/086904500_1782997633-1714550868573-jjcb4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008038/original/090907000_1782997633-1714550919164-jxnrd.jpg)
Mereka berdiri sambil mengibar-ngibarkan bendera bergambar konfederasi serikat buruh seperti KSPI, SPSI, FSPMI dan lain sebagainya. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008040/original/053899100_1782997634-1714550975532-89wod.jpg)
Koordinator aksi menyemangati peserta unjuk rasa. Mereka memutar lagu Buruh Tani yang dipopulerkan Band Marjinal.
Ada dua tuntutan yang dibawa oleh kelompok buruh pada peringatan May Day 2024. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008042/original/060927300_1782997635-1714550998498-w4flb.jpg)
Pertama, mereka meminta Mahkamah Konstitusi mencabut Undang-Undang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan, petani, lingkungan hidup dan HAM. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
Advertisement
Advertisement
Kemudian, tuntutan lain meminta pemerintah menghapus sistem kerja outsorcing dan memberikan upah yang layak bagi pekerja di Indonesia. Mereka menolak upah murah. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008044/original/075084100_1782997636-1714551040069-3tqvr.jpg)
Advertisement
Hal itu diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal saat menggelar konferensi pers, Rabu.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008048/original/063167600_1782997636-1714551060314-zrm67.jpg)
"Untuk tuntutan yang dibawa dalam mayday kali ini adalah dua yang utama. Pertama Undang-Undang Cipta Kerja, kedua Hostum. HOS, hapus outsourcing. TUM, tolak upah murah," kata Said Iqbal. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
Advertisement
Kedua tuntutan tersebut, menurut Said Iqbal, menjadi persoalan buruh dalam 5 tahun terakhir. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008052/original/052566200_1782997637-1714551243327-eqg8ci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008055/original/075488500_1782997638-1714551218124-j1y39.jpg)
Said Iqbal mengklaim, kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja mengakibatkan terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, Undang-Undang Cipta Kerja menjadi penyebab upah buruh tidak mengalami kenaikan. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008057/original/085571900_1782997638-1714551279526-616e6.jpg)
"Jadi tidak benar Undang-Undang Ciptaker menarik investasi baru dan menyerap tenaga kerja. Yang benar adalah PHK di mana-mana. Kenaikan upah akibat omnibuslaw hanya 1,58%. Di tangerang, bekasi, karawang, begitu pula di kota-kota industri lain. Padahal inflasi adalah 2,8%. Jadi nggak naik upah kita ini, nombok 1%," ujar dia. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008060/original/036502600_1782997639-1714551320325-4myqz.jpg)
"Kemudian pertumbuhan ekonomi 5,2%, nggak dinikmati oleh kalangan kelas menengah ke bawah termasuk buruh, yang nikmati orang kaya. Karena ekonomi tumbuh dinikmati oleh orang kaya yang gajinya besar-besar," dia menambahkan. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008061/original/064282100_1782997639-1714551344006-3f1uq.jpg)
Beberapa organisasi serikat buruh mengadakan perayaan May Day. Di Jakarta, perayaan Mayday akan dilakukan di 2 titik yakni di Patung Kuda Arjuna Wiwaha dan Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9008034/original/050350800_1782997632-1714552268281-na8lci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381788/original/010950500_1792893687-IMG_0949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381785/original/005396100_1792893455-1001393697.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381775/original/042263500_1792892937-IMG-20261023-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381774/original/018003100_1792892687-hujan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381766/original/082398700_1792890509-1001788659.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381762/original/037970900_1792888596-1001786541.jpg)