Pengemis di Bali Punya Uang Rp15 Juta, Begini Cerita Sebenarnya

Di dalam tas NY petugas melihat ada uang Rp15.328.200

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Pengemis di Bali Punya Uang Rp15 Juta, Begini Cerita Sebenarnya
Pengemis di Bali Punya Uang Rp15 Juta, Begini Cerita Sebenarnya (Merdeka.com)

Saat menggeledah pengemis berinisial NY ini, petugas dibuat kaget karena menemukan uang belasan juta dalam tasnya

Seorang pria berinisial NY (55) asal Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng, Bali, saat operasi penertiban gelandangan dan pengemis.

Namun, saat menggeledah pengemis berinisial NY ini, petugas dibuat kaget karena menemukan uang belasan juta dalam tasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kepala Satpol PP Buleleng, I Gede Arya Suardana mengatakan, bahwa NY diamankan pada Senin (11/12) kemarin pagi, karena mendapatkan laporan  warga adanya gepeng di traffic light Simpang Penarukan.

"Adapun tindak lanjut membawa yang bersangkutan ke Dinas Sosial untuk dicari keterangannya, yang bersangkutan mengaku dari Karangasem. Setelah dihubungi Kepala Desa Les, bahwa yang bersangkutan dari Desa Les dan sering memasuki rumah warga tanpa izin,"

 kata Suardana, saat dihubungi Selasa (12/12).

Sementara, di dalam tas NY petugas melihat ada uang Rp15.328.200 dan juga membawa uang mainan sebesar 510.000.<br>
Dok. Istimewa

Namun, setelah dikonfirmasi ke pihak keluarganya dan Kepala Desa Les bahwa uang senilai Rp15 juta hasil menjual sapi.

"Memang fakta di lapangan pengemis itu didapati uang Rp15 juta tetap setelah dikonfirmasi kepada keluarganya, kan di sana ada alamatnya dan setelah kita hubungi perbekel (kepala desa) dan keluarganya ternyata yang bersangkutan baru jualan sapi dan uangnya dibawa semua. Jadi, bukan murni hasil menggepeng," 

imbuh Suardana

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ia juga menyebutkan, bahwa NY saat diminta keterangan seperti orang bingung atau linglung dan diamankan petugas karena kedapatan mengemis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Dan orang itu agak bingung-bingungan, linglung, laporan dari masyarakat dia kedapatan mengemis. Karena dia tidak mampu memberikan jawaban yang pasti, karena dia bingung akhirnya kita konfirmasi ke keluarganya dan dia habis jualan sapi," ujarnya.

Rekomendasi