Polisi Buru Majikan yang Pekerjakan 5 ART di Bawah Umur di Jaktim

Lima ART di bawah umur itu sempat diperlakukan tidak layak oleh majikannya.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Polisi Buru Majikan yang Pekerjakan 5 ART di Bawah Umur di Jaktim
Polisi Buru Majikan yang Pekerjakan 5 ART di Bawah Umur di Jaktim (Merdeka.com)

Polisi belum bisa membeberkan soal identitas dan latar belakang dari majikan kelima ART tersebut.

Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) masih memburu sosok majikan yang mempekerjakan lima Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah daerah Jalan Jatinegara Timur 2, Rawa Bunga, Jakarta Timur.


“Masih dalam penyelidikan Unit PPA Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Lina Yuliana saat dikonfirmasi, Minggu (17/3).

Karena masih dalam penyelidikan, lanjut Lina, dirinya belum bisa membeberkan lebih lanjut soal identitas dan latar belakang dari majikan kelima ART tersebut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara masih dalam pemburuan, untuk kelima ART yakni AT (17), RW (17), UH (16), RN (15), dan SS (16) yang kabur pada 12 Februari. Telah dipastikan dalam kondisi aman di bawah perlindungan rumah aman.

“(Lima ART) di rumah aman,” sebutnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelumnya, alasan lima Asisten Rumah Tangga (ART) kabur dari rumah majikannya di Jalan Jatinegara Timur 2, Rawa Bunga, Jakarta Timur akhirnya terungkap. Setelah Polres Metro Jakarta Timur turun tangan mengusut kasus tersebut.

"Kekerasan fisik tidak ada. Baik, dari pengakuan anak korban, yang bersangkutan itu tidak diberikan hal-hal yang layak," 

kata Kepala Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur, Iptu Sri Yatmini saat dikonfirmasi, Kamis (14/3).

merdeka.com

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sri mencontohkan kejadian yang dianggap para korban tidak layak, ketika kelima ART dipaksa memijat majikan sampai pagi dan tidak diberikan makan yang sesuai.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Contohnya yang bersangkutan disuruh bekerja mijit tuannya itu sampai jam 5 pagi. Jadi untuk makanannya sendiri dibatasi. Sehingga anak-anak ini kelihatan kurus," kata Sri.


Adapun terkait majikan, lanjut Sri, memang rumah tersebut sebelumnya dimiliki seorang dokter yang terpampang sesuai papan nama Sukita Kurnia dan Santo Kurnia. Tapi, sekarang sudah tidak ditinggali oleh dokter tersebut.


Sehingga, Sri menegaskan sampai saat ini petugas masih memburu majikan dari kelima ART. Sebab, sejak para ART kabur majikan yang mendiami rumah tersebut hilang melarikan diri.

"Untuk sampai saat ini masih proses penyelidikan (pelaku)," katanya lagi.

Rekomendasi