Momen Soeharto Buat Jenderal Hoegeng Menangis

Hubungan Hoegeng dengan Soeharto memang renggang setelah mengusut kasus korupsi

Achmad Fikri Fakih Haq
Oleh Achmad Fikri Fakih Haq - Reporter
Momen Soeharto Buat Jenderal Hoegeng Menangis
Momen Soeharto Buat Jenderal Hoegeng Menangis (Merdeka.com)

Hubungan Hoegeng dengan Soeharto memang renggang setelah mengusut kasus korupsi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Presiden Kedua Indonesia Soeharto ternyata pernah membuat mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso menangis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hoegeng menangis jelang pernikahan Prabowo Subianto. Hoegeng memang dekat dengan ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo. Kedekatan Hoegeng dengan Soemitro sudah berlangsung lama.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bahkan, ayah Hoegeng dan Soemitro juga sahabatan. Sudah lama pula, Soemitro meminta Hoegeng menjadi saksi pernikahan Prabowo.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Suatu pagi, beberapa hari jelang pernikahan Prabowo-Titiek, Soemitro datang ke rumah Hoegeng. Mereka saling bersenda gurau hingga Soemitro menceritakan rencana pernikahan Prabowo. Namun, nada bicara Soemitro berputar-putar. Hoengeng pun memotong pembicaraan Soemitro.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Sudahlah Mit enggak usah sungkan, Saya bersedia kok jadi saksi pernikahan Bowo. Itu kan sesuai janji kita dulu," kata Hoegeng seperti dalam buku Lahir sebagai Petarung karya Panda Nababan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Soemitro bingung untuk mengatakan kepada Hoegeng. Soemitro akhirnya menjelaskan kalau Presiden Soeharto melarang Hoegeng untuk hadir ke acara pernikahan Prabowo-Titiek.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Seharian saya dan Pak Harto rapat tapi rupanya Pak Harto enggak berkenan kamu hadir dalam acara pernikahan nanti. Saya mohon maaf, Geng," kata Soemitro.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sehabis ucapan itu, Soemitro menangis. Tangis sang mantan Kapolri pun ikut pecah. Dramatis dan tragis.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hubungan Hoegeng dengan Soeharto memang renggang setelah mengusut kasus korupsi yang menyeret keluarga presiden. Hoegeng dicopot dari jabatan Kapolri. Tak hanya itu, hidup Hoegeng juga dipersulit.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bahkan, telepon rumah Hoegeng disadap. Namun, Hoegeng tidak sakit, tetapi justru bangga. "Saya bangga jadi korban politik," katanya.

Rekomendasi