Sosok di Balik Penyembelih Sapi Jumbo Prabowo dan Gibran di Masjid Istiqlal

Beberapa orang tampak bersiap memegang sapi berukuran jumbo, sedangkan beberapa lainnya siap menarik tambang yang telah diikat pada bagian kaki.

Rifqy Alief Abiyya
Oleh Rifqy Alief Abiyya - Reporter
Sosok di Balik Penyembelih Sapi Jumbo Prabowo dan Gibran di Masjid Istiqlal
Sosok di Balik Penyembelih Sapi Jumbo Prabowo dan Gibran di Masjid Istiqlal (Merdeka.com)

Suara takbir menggema mengiringi proses penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Masjid Istiqlal, mengiring beberapa sapi yang hendak disembelih. Proses penyembelihan berlangsung sejak pagi, yang dibantu oleh puluhan penjagal.

Beberapa orang tampak bersiap memegang sapi berukuran jumbo, sedangkan beberapa lainnya siap menarik tambang yang telah diikat pada bagian kaki.

Di antara mereka, Nurdin, menjadi salah satu orang dalam tim jagal yang berjibaku melakukan penyembelihan di RPH tersebut. Ia bersama 50 personel lain datang dari daerah Banten untuk membantu proses kurban di Masjid Istiqlal berjalan lancar.

Pada momen Iduladha ini, Nurdin berkesempatan menjadi salah satu orang yang berperan saat menyembelih sapi kurban Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran di Masjid Istiqlal. Kedua sapi tersebut berukuran jumbo, masing-masing sebesar 1,3 ton dan 1,1 ton.

Ketenangan Adalah Kunci

Bagi Nurdin, menangani sapi berukuran jumbo bukan hanya mengandalkan tenaga, tapi juga ketenangan. "Penting kita tenang aja udah. Tenang tapu fokus," ungkapnya saat ditemui di sekitar RPH Masjid Istiqlal, Kamis (28/5).

Tak ada ritual khusus bagi Nurdin sebelum proses penyembelihan dilakukan. Ia hanya terbiasa mengelus kepala sapi perlahan sebagai bentuk perhatian. Cara ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi sapi sehingga tidak memberontak ketika ingin direbahkan, lalu disembelih.

Untuk sapi presiden, kata Nurdin, harus ada sedikitnya enam orang untuk meringkus dan merebahkan hewan bobot mencapai 1,3 ton tersebut. Setelah berhasil dijatuhkan, beberapa orang tambahan membantu memegang bagian tubuh dan kepala agar sapi tetap tenang saat disembelih.

"Bisa 10 orang pegang-pegang," ucap Nurdin.

Pisau Khusus Jagal Kurban

Sosok di Balik Penyembelih Sapi Jumbo Prabowo dan Gibran di Masjid Istiqlal
Sosok di Balik Penyembelih Sapi Jumbo Prabowo dan Gibran di Masjid Istiqlal istimewa

Pria yang telah berkecimpung di dunia jagal sejak 1993 tersebut menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan saat menangani sapi, khususnya berukuran jumbo.

Selain ketenangan dan tenaga, ada aspek lain yang harus diperhatikan. Mulai dari cara mengikat kakinya, jumlah orang yang menangani hingga pisau yang digunakan harus khusus.

Bagi penjagal seperti Nurdin, pisau tak hanya sekadar untuk menyembelih. Ketajam dan kesiapan menjadi perhatian khusus bagi tim jagal karena menentukan kelancaran proses penyembelihan. Selain itu, cara memegangnya pun harus tepat, apalagi ketika sapi tersebut agak memberontak. 

Menurutnya, pisau yang digunakan memiliki peran dan fungsi masing-masing. Ada pisau untuk memotong, ada yang khusus menguliti, bahkan ada yang khusus untuk memotong bagian kepala. Semua alat tersebut disiapkan agar proses pemotongan berjalan lancar, rapi, dan aman.

"Pertama buat motong. Yang kedua buat ngelet. Ngelet kulit. Yang ketiga buat mokel, mokel kaki pala gitu," jelas dia.

Pastikan Proses Penyembelihan Berjalan Aman

Karena itu, Nurdin selalu memastikan setiap proses penyembelihan agar berjalan aman, baik untuk hewan maupun penjagalnya.

Nurdin mengaku, dirinya bersama tim jagal Amanah Bersama tiga tahun berturut-turut terlibat dalam proses penyembelihan hewan kurban di RPH Masjid Istiqlal. 

Meski datang jauh dari Banten, ia merasa senang bisa kembali membantu panitia kurban di masjid terbesar Asia Tenggara tersebut.

Di luar momen Iduladha, keseharian Nurdin tidak jauh dari dunia pemotongan sapi. Sebelumnya, dalam satu hari ia menyembelih lima ekor sapi.

Walau kini tak lagi sesering dulu turun tangan memotong sapi, pengalaman puluhan tahun Nurdin tidak bisa diragukan. Ia pun mengaku masih siap jika diminta untuk kembali terlibat penyembelihan hewan kurban tahun depan, termasuk menangani sapi kurban milik presiden.

"Insyaallah, saya disiapin pisaunya juga," ujarnya.

Rekomendasi