Kurban Presiden Gunakan APBN Tuai Sorotan, Gerindra: Sudah Ada Sejak Dulu

Menurutnya, program tersebut bagian dari bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat dalam momentum Iduladha.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
Kurban Presiden Gunakan APBN Tuai Sorotan, Gerindra: Sudah Ada Sejak Dulu
Kurban Presiden Gunakan APBN Tuai Sorotan, Gerindra: Sudah Ada Sejak Dulu (Merdeka.com)

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program bantuan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto merupakan hal yang wajar. Menurutnya, program tersebut bagian dari bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat dalam momentum Iduladha.

Menurutnya, penggunaan uang negara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan hal yang lazim dilakukan oleh seorang kepala negara.

"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata Sugiat pada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Berbagai Sektor

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini menekankan bantuan Kepala Negara kepada masyarakat tidak hanya dalam bentuk hewan kurban.

Menurutnya, selama ini anggaran bantuan Presiden juga digunakan untuk mendukung berbagai sektor publik lain.

"Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," ujarnya.

"Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat. Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Iduladha ini," sambungnya.

Penggunaan APBN

Ia menegaskan, penggunaan APBN untuk kurban Presiden merupakan kebijakan yang baru terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.

Dia mengatakan program bantuan kurban presiden telah berlangsung sejak era pemerintahan sebelumnya.

"Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama," katanya.

Rekomendasi