Pria Hanyut Sungai Cikapundung Bandung Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Pencarian

Tim SAR gabungan berhasil menemukan Johan (56), pria hanyut di Sungai Cikapundung, Bandung, dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif selama tiga hari, menimbulkan kewaspadaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pria Hanyut Sungai Cikapundung Bandung Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Pencarian
Tim SAR gabungan berhasil menemukan Johan (56), pria hanyut di Sungai Cikapundung, Bandung, dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif selama tiga hari, menimbulkan kewaspadaan. (AntaraNews)

Seorang pria bernama Johan (56) yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cikapundung, Kota Bandung, Jawa Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan jasad korban ini terjadi setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama tiga hari di wilayah tersebut. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan bahaya aktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.

Jasad Johan ditemukan di kawasan Jembatan BBS, Kabupaten Bandung Barat, pada hari Minggu, 17 Mei. Komandan Tim SAR gabungan Basarnas Bandung, Ikhwan, menjelaskan bahwa penemuan ini merupakan hasil dari pembagian tim pencari yang berjaga di berbagai titik. Setelah menerima informasi penemuan, tim SAR yang berada di Baleendah, Kabupaten Bandung, segera menuju lokasi untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Proses identifikasi terhadap jenazah dilakukan oleh tim Inafis Polres Cimahi sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk pemeriksaan lebih lanjut. Identitas korban dipastikan melalui ciri fisik dan data digital, termasuk kondisi gigi yang menjadi ciri khas Johan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar sungai.

Kronologi Pencarian Korban Hanyut

Johan dilaporkan hanyut pada Kamis (14/5) sore saat sedang membersihkan peralatan bangunan di aliran Sungai Cikapundung. Debit air sungai yang tiba-tiba membesar dari arah hulu diduga menjadi penyebab korban terseret arus dan tenggelam. Tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas Bandung dan berbagai unsur lainnya, segera memulai operasi pencarian.

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang bantaran sungai serta penggunaan perahu karet untuk menjangkau area yang lebih luas. Komandan Tim SAR gabungan Basarnas Bandung, Ikhwan, mengungkapkan bahwa tim dibagi menjadi beberapa unit untuk memperluas cakupan area pencarian.

Jasad korban terbawa arus hingga ke wilayah Jembatan BBS karena aliran Sungai Cikapundung terhubung langsung dengan Sungai Citarum, yang memiliki jangkauan lebih luas. Upaya pencarian yang melibatkan puluhan personel dan berbagai peralatan akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga operasi.

Proses Identifikasi dan Imbauan Kewaspadaan

Setelah penemuan, jenazah Johan langsung diidentifikasi oleh tim Inafis Polres Cimahi. Proses identifikasi ini memastikan identitas korban melalui ciri fisik yang disebutkan oleh pihak keluarga, salah satunya adalah kondisi gigi yang menjadi ciri khas Johan.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan tersier tertinggi di Jawa Barat dan memiliki fasilitas lengkap untuk pemeriksaan medis.

Mengingat kejadian tragis ini, Ikhwan dari Basarnas Bandung mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika curah hujan tinggi di wilayah hulu. Masyarakat diminta untuk tidak lalai dan selalu berhati-hati demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi