Hardiknas 2026: Pakar Apresiasi Peran Krusial Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda

Pakar pendidikan Prof. Susanto menyoroti peran krusial Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, menekankan pentingnya kedua model sekolah ini untuk pemerataan dan keunggulan pendidikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hardiknas 2026: Pakar Apresiasi Peran Krusial Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda
Program unggulan Sekolah Rakyat Prabowo telah berhasil mendirikan 166 lokasi di seluruh Indonesia dalam setahun, menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu dan akan terus diperluas. (AntaraNews)

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi momentum penting untuk mengevaluasi dan mengapresiasi kemajuan sektor pendidikan di Indonesia. Dalam kesempatan ini, pakar pendidikan terkemuka, Prof. Susanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pemerintah terkait pendidikan. Beliau secara khusus menyoroti kehadiran dan peran vital Sekolah Rakyat serta Sekolah Garuda.

Menurut Prof. Susanto, kedua model sekolah ini memiliki manfaat yang sangat signifikan bagi ekosistem pendidikan nasional. Sekolah Rakyat dinilai sangat responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan, memastikan akses pendidikan yang merata bagi semua lapisan masyarakat. Sementara itu, Sekolah Garuda diharapkan menjadi model sekolah unggulan yang mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Asosiasi Akademisi Pendidikan Tinggi Seluruh Indonesia (ASADIKTISI) ini menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda merupakan bentuk pengejawantahan konstitusi. Keberadaan kedua sekolah ini sangat diperlukan, bahkan di kota besar seperti Jakarta, untuk menjamin kualitas dan pemerataan pendidikan.

Pentingnya Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda untuk SDM Unggul

Prof. Susanto menjelaskan bahwa Sekolah Garuda memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang mampu bersaing di kancah global. Konsep ini bertujuan untuk melahirkan individu-individu dengan kompetensi tinggi yang siap menghadapi tantangan masa depan. Di sisi lain, Sekolah Rakyat menjadi pilar penting untuk menjangkau masyarakat yang kurang beruntung, memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari akses pendidikan berkualitas.

Kehadiran kedua model sekolah ini secara simultan merefleksikan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeunggulan. Prof. Susanto menekankan bahwa kombinasi antara fokus pada kelompok rentan dan pengembangan keunggulan adalah kunci untuk menciptakan sistem pendidikan yang hebat. Dari sistem pendidikan yang hebat inilah, SDM berdaya saing tinggi dapat lahir dan berkembang, menjadi aset berharga bagi kemajuan bangsa.

Di Jakarta sendiri, implementasi kedua model sekolah ini sudah mulai terlihat. SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta telah ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Garuda inisiatif pemerintah, menunjukkan komitmen dalam mencetak talenta unggul. Sementara itu, untuk Sekolah Rakyat, terdapat setidaknya tiga lokasi di Ibu Kota: Sentra Mulyajaya di Pasar Rebo (Jakarta Timur), Sentra Handayani di Bambu Apus (Jakarta Timur), dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Margaguna di Gandaria Selatan, Cilandak (Jakarta Selatan).

Inovasi Digital dan Pemerataan Akses Pendidikan

Selain apresiasi terhadap Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Prof. Susanto juga memberikan perhatian pada kebijakan bantuan smartboard. Beliau menilai kebijakan ini sebagai langkah positif menuju transformasi digitalisasi sekolah. Penggunaan smartboard merupakan bagian dari upaya modernisasi pendidikan yang sejalan dengan perkembangan teknologi.

Namun, Prof. Susanto mengingatkan bahwa inovasi pemanfaatan smartboard perlu terus ditingkatkan agar teknologi ini dapat memberikan dampak maksimal dalam proses belajar mengajar. Digitalisasi sekolah bukan hanya tentang penyediaan perangkat, melainkan juga tentang bagaimana perangkat tersebut diintegrasikan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengalaman siswa.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menunjukkan komitmen kuat terhadap pemerataan akses pendidikan melalui berbagai kebijakan. Salah satu program unggulan adalah Program Sekolah Swasta Gratis, yang saat ini telah mencakup 103 sekolah. Program ini memungkinkan masyarakat untuk mengakses pendidikan berkualitas di sekolah swasta tanpa biaya. Sekolah swasta gratis ini dapat diakses pada tahun ajaran 2026/2027, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB, yang tersebar di lima wilayah kota administrasi di Jakarta.

Visi Pendidikan untuk Generasi Emas

Dalam rangka Hardiknas 2026, Prof. Susanto berharap agar pendidikan yang berkualitas dapat melahirkan SDM yang berdaya saing tinggi. Visi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia yang mampu berkompetisi di tingkat global. Pendidikan yang hebat adalah fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut, dengan fokus pada pengembangan potensi individu secara holistik.

Pemerintah terus berupaya menciptakan sistem pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui program-program seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, serta dukungan terhadap digitalisasi dan pemerataan akses, diharapkan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Hal ini akan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang cerdas, inovatif, dan berkarakter kuat, siap menghadapi tantangan global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi