Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Hari Prabowo, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama di kawasan Asia-Pasifik. Seruan ini disampaikan di tengah krisis geopolitik global yang terus menekan sistem multilateral dan mengancam stabilitas regional. Prabowo berpidato dalam Sidang ke-82 UNESCAP di Bangkok, Thailand, pada hari Senin, menyerukan persatuan.
Dalam sambutannya, Dubes Hari Prabowo menekankan bahwa Asia-Pasifik harus menjadi teladan bagi dunia. Kawasan ini tidak boleh teralihkan oleh rivalitas yang memecah belah, melainkan harus terus dipandu oleh semangat kolaborasi yang konstruktif. Tujuannya adalah untuk mencapai kemajuan bersama yang inklusif dan berkelanjutan bagi semua pihak.
UNESCAP diharapkan menjadi jembatan krusial untuk membangun kepercayaan melalui kerja sama yang konkret dan terukur. Kolaborasi ini harus membawa hasil nyata, terutama bagi kelompok masyarakat yang paling rentan di seluruh kawasan. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia terhadap stabilitas dan pertumbuhan regional yang berkeadilan.
Advertisement
Advertisement
Asia-Pasifik sebagai Teladan Global
Dubes Hari Prabowo menegaskan bahwa Asia-Pasifik memiliki posisi strategis untuk memimpin upaya global. Kawasan ini harus menjadi contoh nyata dalam kerja sama internasional yang efektif dan berorientasi pada solusi. UNESCAP berperan penting sebagai platform untuk mewujudkan visi tersebut, memfasilitasi dialog dan aksi.
Melalui kolaborasi yang berdampak, UNESCAP diharapkan dapat membangun kepercayaan antarnegara anggota secara berkelanjutan. Fokus utamanya adalah membawa hasil konkret bagi semua pihak yang terlibat. Ini termasuk memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang paling rentan di kawasan, memastikan inklusivitas.
Ketahanan Asia-Pasifik saat ini merupakan buah dari pembangunan berorientasi ke depan yang telah dilakukan. Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) hingga inovasi di berbagai sektor menjadi bukti nyata kemajuan. Kawasan ini menunjukkan kapasitas adaptasi dan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah tantangan global.
Advertisement
Indonesia juga proaktif dalam menyambut sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inovatif. Ini mencakup transformasi digital yang menyeluruh, pengembangan ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan, serta inklusi keuangan yang merata. Langkah-langkah ini memperkuat posisi Asia-Pasifik sebagai motor penggerak ekonomi global.
Advertisement
Memastikan Tidak Ada yang Tertinggal
Dubes Hari Prabowo menyerukan agar negara-negara UNESCAP memastikan kawasan ini tidak hanya menjadi motor penggerak dunia. Lebih dari itu, Asia-Pasifik juga harus berperan sebagai kompas yang menunjukkan arah pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan. Ini adalah visi ambisius yang memerlukan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.
UNESCAP diyakini memiliki nilai strategis yang fundamental dalam menetapkan arah pencapaian Agenda 2030. Anggota-anggotanya memiliki tanggung jawab bersama untuk mencapai target-target tersebut dengan penuh dedikasi. Ini memerlukan komitmen dan kerja keras dari seluruh negara partisipan untuk mewujudkan tujuan bersama.
Pertemuan ke-82 UNESCAP berlangsung pada 20-24 April 2026 di Bangkok, Thailand, dengan agenda padat. Agenda utamanya adalah menyerukan kerja sama yang lebih kuat guna memastikan "tidak ada seorang pun tertinggal" di dunia yang sangat dinamis dan penuh perubahan. Ini adalah prinsip inti dari pembangunan inklusif.
Advertisement
Lebih dari 477 peserta dari 58 negara anggota mengikuti pertemuan penting ini. Acara tersebut diselenggarakan bersama oleh UNESCAP, Azerbaijan, dan Thailand, menunjukkan komitmen regional yang kuat. Ini mencerminkan partisipasi luas dan komitmen terhadap isu-isu penting yang dihadapi kawasan.
Sumber: AntaraNews