Kemenekraf dan Mahasiswa Kuatkan Kampanye Fesyen Berkelanjutan di Indonesia

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkolaborasi dengan akademisi dan pelaku industri menggaungkan transformasi fesyen berkelanjutan melalui kampanye edukasi publik, mendorong kesadaran dan konsumsi produk yang lebih ramah lingkungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenekraf dan Mahasiswa Kuatkan Kampanye Fesyen Berkelanjutan di Indonesia
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkolaborasi dengan akademisi dan pelaku industri menggaungkan transformasi fesyen berkelanjutan melalui kampanye edukasi publik, mendorong kesadaran dan konsumsi produk yang lebih ramah lingkungan. (AntaraNews)

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) berkolaborasi dengan akademisi serta pelaku industri meluncurkan kampanye edukasi publik. Inisiatif ini bertujuan untuk menggaungkan transformasi industri fesyen yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Kampanye ini secara khusus menargetkan generasi muda, yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat dampak edukasi melalui media sosial dan karya publikasi akademik. Plt. Direktur Fesyen Kemenekraf, Romi Astuti, menekankan pentingnya peran semua pihak dalam isu ini.

Program ini, yang diinisiasi oleh mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) melalui "Dressponsible Vol.2", mengajak masyarakat beralih ke konsumsi fesyen yang lebih bertanggung jawab. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan dampak negatif dari praktik fast fashion.

Peran Kemenekraf dalam Mendorong Fesyen Berkelanjutan

Kemenekraf secara aktif mengapresiasi dan mendukung program "Dressponsible Vol.2" yang digagas oleh mahasiswa LSPR. Program ini dinilai mampu mendorong kesadaran akan dampak fast fashion dan mengajak masyarakat beralih ke konsumsi fesyen yang lebih berkelanjutan.

Romi Astuti menyatakan bahwa kegiatan semacam ini menjadi ruang edukasi penting untuk tren fesyen berkelanjutan, seperti circular fashion, secondhand, dan capsule wardrobe. Pemerintah juga terus mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan produk fesyen.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas adalah kunci. Kolaborasi ini esensial untuk mempercepat transformasi menuju ekosistem fesyen yang berkelanjutan.

Kemenekraf berkomitmen memperkuat narasi ini melalui berbagai ruang kolaborasi dan penguatan literasi publik. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memajukan sektor fesyen yang bertanggung jawab.

Kontribusi Mahasiswa dan Industri dalam Kampanye Fesyen Berkelanjutan

Program "Dressponsible Vol.2" yang diinisiasi oleh mahasiswa LSPR mengusung pendekatan kampanye yang kreatif dan partisipatif. Kampanye ini mencakup produksi iklan layanan berjudul “Dibalik Tren” serta sebuah trunk show.

Trunk show tersebut menampilkan jenama lokal seperti Arjun Putra, Allemonq, Adrie Basuki, dan Limittes. Mereka menyajikan interpretasi fesyen berkelanjutan secara visual dan aplikatif kepada khalayak luas.

Sekretaris Program Studi Komunikasi LSPR, Melvin Bonardo Simanjuntak, menjelaskan bahwa kampanye ini dirancang sebagai media edukasi. Tujuannya agar kampanye ini aplikatif dan relevan dengan keseharian masyarakat.

Inisiatif mahasiswa ini menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif tidak hanya ditentukan oleh tren semata. Namun juga oleh kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.

Dampak Ekonomi Kreatif dan Potensi Pertumbuhan

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta memandang subsektor fesyen sebagai penggerak penting ekonomi kreatif daerah. Sektor ini memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Endrati Fariani, mengungkapkan bahwa fesyen merupakan subsektor unggulan. Kontribusinya terhadap ekonomi kreatif DKI Jakarta mencapai 6,6 persen, melampaui pertumbuhan PDRB sebesar 4,40 persen.

Kegiatan seperti "Dressponsible Vol.2" sangat mendukung penguatan talenta muda dan memperluas ruang kolaborasi. Inisiatif ini juga mempromosikan kampanye fesyen berkelanjutan di kalangan masyarakat luas.

Dukungan terhadap inisiatif mahasiswa ini menunjukkan potensi kuat untuk terus dikembangkan. Hal ini mendorong inovasi serta pemanfaatan media dan ruang publik dalam mengampanyekan sustainable fashion.

Data menunjukkan bahwa subsektor fesyen di DKI Jakarta berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi kreatif sebesar 6,6 persen. Angka ini melampaui pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang hanya sebesar 4,40 persen.

Kemenekraf percaya bahwa melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kreativitas, subsektor fesyen berpotensi menjadi "the new engine of growth". Ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi