Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, memulai langkah strategis untuk mempercepat pengelolaan sampah terpadu di wilayahnya. Inisiatif ini merupakan bagian penting dari persiapan menuju pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang lebih modern. Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menyatakan bahwa penataan besar-besaran sedang dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
TPA Antang menjadi fokus utama pembenahan sistem persampahan kota, mencakup aspek dari hulu hingga hilir. Langkah ini diharapkan dapat mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi sistem yang produktif dan berkelanjutan. Pembenahan ini juga bertujuan untuk mengatasi berbagai persoalan klasik yang selama ini kerap membelit operasional TPA.
Percepatan pengelolaan sampah ini bukan hanya respons terhadap kondisi darurat sampah yang sempat mengancam kota, tetapi juga merupakan bagian dari transformasi menyeluruh. Tujuannya adalah menciptakan tata kelola lingkungan yang lebih modern, terukur, dan berorientasi masa depan. DLH Makassar berkomitmen untuk mewujudkan sistem persampahan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Tata Kelola Sampah Menuju PSEL
Pemerintah Kota Makassar menunjukkan keseriusan dalam mengelola limbah perkotaan dengan fokus pada pembangunan PSEL. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menjadi garda terdepan dalam upaya percepatan ini. Penataan komprehensif di TPA Antang menjadi kunci utama dalam strategi jangka panjang.
Helmy Budiman, Kepala DLH Kota Makassar, menekankan bahwa pengelolaan sampah harus lebih dari sekadar urusan pembuangan. Visi DLH adalah menciptakan sistem terpadu yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan. Hal ini sejalan dengan upaya menjadikan Makassar sebagai kota yang lebih bersih dan modern.
Langkah awal yang diambil adalah penguatan koordinasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD). DLH juga telah mengajukan proposal untuk pembenahan menyeluruh TPA Antang. Ini termasuk penyelesaian berbagai masalah yang telah lama ada di lokasi pembuangan akhir tersebut.
Advertisement
Advertisement
Intervensi Konkret dan Tantangan Anggaran
DLH Makassar kini mengakselerasi berbagai intervensi konkret untuk penanganan sampah secara sistematis. Penguatan armada pengangkut sampah menjadi prioritas utama untuk meningkatkan efisiensi operasional. Perbaikan dan penambahan alat berat juga dilakukan demi kelancaran proses pengelolaan di TPA Antang.
Penataan ulang gunungan sampah di TPA Antang merupakan salah satu fokus penting yang sedang dikerjakan. Alat-alat berat dioptimalkan untuk merapikan timbunan, mengatur zonasi pembuangan, sekaligus membuka ruang bagi penerapan metode pengelolaan yang lebih ramah lingkungan. Pembenahan ini diperkuat dengan dukungan anggaran yang difokuskan untuk percepatan penanganan sampah.
Namun, Helmy Budiman mengungkapkan adanya tantangan signifikan terkait anggaran pengelolaan TPA. Saat ini, TPA Antang hanya memperoleh alokasi sekitar Rp10 miliar. Jumlah ini sangat minim, hanya sekitar 0,016 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar.
Advertisement
Anggaran yang terbatas ini jauh dari kebutuhan ideal untuk pengelolaan sampah berbasis teknologi dan regulasi. Menurut Helmy, alokasi yang seharusnya adalah sekitar tiga persen dari APBD, atau setara dengan Rp250 miliar. Kebutuhan ini sangat relevan mengingat volume sampah harian Kota Makassar yang cukup tinggi, mencapai sekitar 1.043 ton atau setara dengan kurang lebih 300 ribu metrik ton per tahun.
Sumber: AntaraNews