Pemkot Solo Buka Suara Terkait Stadion Manahan Tergenang saat Laga Persis vs Semen Padang

Kondisi stadion yang dibangun era Presiden Soeharto itu menjadi sorotan sejumlah pihak.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Pemkot Solo Buka Suara Terkait Stadion Manahan Tergenang saat Laga Persis vs Semen Padang
Pemkot Solo Buka Suara Terkait Stadion Manahan Tergenang saat Laga Persis vs Semen Padang (Merdeka.com)

Lapangan Stadion Manahan tergenang air hujan saat laga antara Persis Solo vs Semen Padang di lanjut Liga Super, Minggu (12/4) sore. Rumput satadion berstandar FIFA itu juga nampak tak terawat seperti saat digunakan Piala Dunia U-17, akhir 2023 lalu. Akibatnya pertandingan tidak berjalan maksimal, bahkan sempat ditunda beberapa menit.

Kondisi stadion yang dibangun era Presiden Soeharto itu menjadi sorotan sejumlah pihak. Penasihat Semen Padang yang juga anggota DPR RI, Andre Rosiade menyebut kondisi lapangan Stadion Manahan mirip sawah yang tergenang air.

Wali Kota Solo Respati Ardi bersama jajaran langsung melakukan pengecekan pada Senin (13/4) siang. Ia berjanji untuk melakukan perbaikan fasilitas lapangan.

"Stadion Manahan memsng menjadi salah satu stadion internasional, tentu menjadi koreksi bagi kami," kata Respati.

Ia berharap pada pertandingan selanjutnya, kejadian tersebut tidak akan terulang lagi. Stadion Manahan adalah aset kebanggaan warga Solo yang sudah bertaraf internasional. Ia tidak ingin masalah teknis seperti genangan air merusak citra stadion tersebut di mata penyelenggara event olahraga ke depannya.

"Ini jadi perhatian kami. Stadion kebanggaan ini harus kita rawat. Kami terima koreksinya dan kami perbaiki sesegera mungkin," ucapnya.

Respati menargetkan pemeliharaan akan dilakukan usai kompetisi Super League musim 2025/2026 berakhir. Ia juga menyampaikan bahwa salah satu penyebab terjadinya genangan karena tingginya curah hujan.

"Memang kemarin curah hujan yang berulang tinggi, tapi lain dari itu kami ada beberapa sektor yang memang akan kita benahi setelah musim Liga 1 selesai. Kemarin serapan 15 menit sudah terserap," ungkap dia.

Kepala Bidang Olahraga Pendidikan dan Sarana Prasarana Dispora Kota Solo, M. Syamsu Rohman menyebut jika munculnya genangan tersebut terjadi karena adanya masalah pada sistem drainase akibat pemadatan tanah.

"Memang sejak renovasi besar pada tahun 2019, belum pernah dilakukan pembongkaran berkala pada lapisan bawah rumput. Indikasinya sudah ada pemadatan tanah. Dulunya di bawah rumput itu isinya pasir sama kerikil. Nah, karena sudah bertahun-tahun, akhirnya mulai padat seperti menjadi tanah lempung. Jadi serapan airnya sulit dan surutnya lama," jelasnya.

Dikatakan Syamsu, solusi permanen untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membongkar total lapisan lapangan dan mengganti material pasir serta kerikil yang baru. Namun, menurutnya, cara tersebut membutuhkan biaya yang besar dan durasi pengerjaan yang lama.

"Solusinya ya harus dibongkar, anggaran besar dan lapangan harus libur lama, sekitar 3 sampai 4 bulan," pungkasnya.

Rekomendasi