Iran Tegaskan Sikap Teguh Pertahankan Selat Hormuz dan Tuntut Kompensasi Pasca-Perundingan AS

Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menegaskan kembali sikap teguh negaranya dalam mempertahankan hak di Selat Hormuz dan menuntut kompensasi, menyusul perundingan tanpa kesepakatan dengan AS.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Iran Tegaskan Sikap Teguh Pertahankan Selat Hormuz dan Tuntut Kompensasi Pasca-Perundingan AS
Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menegaskan kembali sikap teguh negaranya dalam mempertahankan hak di Selat Hormuz dan menuntut kompensasi, menyusul perundingan tanpa kesepakatan dengan AS. (AntaraNews)

Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref pada Minggu (12/4) menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan hak-haknya. Penegasan ini mencakup klaim atas Selat Hormuz dan tuntutan kompensasi. Pernyataan tersebut disampaikan setelah delegasi Iran dan Amerika Serikat (AS) mengakhiri putaran perundingan di Islamabad, Pakistan.

Perundingan yang berlangsung pada Sabtu (11/4) tersebut belum menghasilkan terobosan signifikan. Aref menekankan bahwa Iran tetap teguh pada hak-hak rakyatnya. Komitmen ini bertujuan untuk mewujudkan Iran yang kuat di kancah internasional.

Teheran berjanji untuk terus melindungi kepentingannya melalui jalur diplomatik dan upaya nasional. Aref juga menyoroti pentingnya persatuan nasional. Ia menyebutnya sebagai landasan utama untuk memajukan kepentingan negara.

Mohammad Reza Aref secara eksplisit menyatakan bahwa Iran tidak akan goyah dalam mempertahankan hak-haknya. Pernyataan ini mencakup kedaulatan atas Selat Hormuz yang strategis. Selain itu, Iran juga menuntut kompensasi atas berbagai isu yang belum terselesaikan.

Wakil Presiden Iran tersebut menegaskan bahwa komitmen ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas. Tujuannya adalah untuk memastikan kekuatan dan stabilitas negara. Iran melihat persatuan internal sebagai faktor kunci dalam mencapai tujuan ini.

“Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat,” ujarnya. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital untuk ekspor minyak global. Oleh karena itu, kontrol dan keamanan di wilayah ini sangat penting bagi Teheran. Tuntutan kompensasi juga menjadi fokus utama dalam agenda diplomatik Iran.

Meskipun perundingan dengan AS di Islamabad tidak mencapai kesepakatan, Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomatik. Aref menekankan bahwa upaya perlindungan hak-hak negara akan terus berlanjut. Hal ini dilakukan seiring dengan penguatan kohesi nasional.

Aref menyoroti persatuan nasional yang semakin meningkat di masyarakat Iran. Ia menganggap persatuan ini sebagai landasan kokoh bagi pemerintah. Dengan demikian, pemerintah dapat memajukan kepentingan negara secara efektif.

Dialog berkelanjutan dengan pihak internasional tetap menjadi strategi Iran. Teheran berupaya mencari solusi atas perbedaan yang ada. Namun, hal ini tidak akan mengorbankan prinsip-prinsip dan hak-hak dasar negara.

Delegasi Iran dan AS telah mengakhiri putaran perundingan terbaru mereka di Islamabad. Pertemuan yang dimediasi oleh Pakistan ini berlangsung melalui beberapa sesi diskusi intensif. Namun, kedua belah pihak belum berhasil mencapai kesepakatan.

Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan tersebut berlangsung melalui beberapa putaran diskusi dan pertukaran usulan, namun jalannya perundingan belum menghasilkan adanya terobosan. Perundingan tersebut merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri penyerbuan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, di bawah gencatan senjata dua pekan yang rapuh dan dimediasi pada awal pekan ini.

Kedua delegasi meninggalkan Islamabad dengan sejumlah isu krusial yang masih menggantung. Situasi ini mengindikasikan bahwa upaya diplomatik lebih lanjut akan diperlukan. Proses perundingan ini menunjukkan kompleksitas hubungan antara kedua negara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi