Sebuah insiden tragis mengguncang jalur Pantura Batang pada Minggu siang, 12 April. Dua orang dilaporkan tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak sebuah truk tronton yang sedang berhenti. Kecelakaan maut Batang ini terjadi di ruas jalan Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Ngadiyo (46) dan Sunoto (56), keduanya berasal dari Kecamatan Rowosari, Kendal. Mereka merupakan pengendara dan pembonceng sepeda motor berpelat G-6497 FV. Keduanya langsung dievakuasi untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari.
Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resor Batang, AKBP Veronika, kecelakaan ini berawal saat sepeda motor melaju dari arah barat menuju timur. Diduga kuat pengendara mengalami penurunan konsentrasi. Kendaraan kemudian melaju terlalu ke kiri hingga keluar dari badan jalan.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut di Pantura Batang
Insiden nahas ini bermula ketika sepeda motor dengan nomor polisi G-6497 FV melaju di lajur kiri jalan Pantura. Kendaraan tersebut bergerak dari arah barat menuju timur dengan kecepatan sedang. Kondisi jalan saat itu lurus dan datar, dengan aspal yang baik serta cuaca cerah.
Setibanya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor diduga mengalami penurunan konsentrasi. Kendaraan yang dikemudikannya kemudian melaju terlalu ke kiri. Akibatnya, sepeda motor tersebut turun dari badan jalan utama.
Tanpa sempat menghindar, sepeda motor tersebut langsung menghantam bagian belakang truk tronton bernomor polisi D-9806-AG. Truk tersebut diketahui sedang berhenti di bahu jalan. Benturan keras tak terhindarkan, membuat para korban terpental.
Advertisement
Advertisement
Identitas Korban dan Kondisi di Lokasi Kejadian
Dua korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut Batang ini telah diidentifikasi. Mereka adalah Ngadiyo (46) sebagai pengendara dan Sunoto (56) sebagai pembonceng. Keduanya merupakan warga Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Ngadiyo, sang pengendara, sempat dilarikan ke RSUD Kabupaten Batang. Ia mengalami luka robek di bagian pipi kiri dan dagu. Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sementara itu, Sunoto, pembonceng sepeda motor, meninggal di tempat kejadian perkara. Ia ditemukan dengan luka memar serius pada bagian dada. Kedua jenazah saat ini berada di RSUD Kalisari untuk proses lebih lanjut.
Advertisement
Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan polisi, kondisi jalan di lokasi kecelakaan sangat mendukung. Jalan lurus, datar, dengan aspal yang baik dan cuaca cerah. Arus lalu lintas pada saat kejadian juga tergolong sedang, tidak terlalu padat.
Advertisement
Penyelidikan Lanjut oleh Kepolisian Batang
Kepala Kepolisian Resor Batang, AKBP Veronika, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut Batang tersebut. Tim Satuan Lalu Lintas telah diturunkan ke lokasi.
Salah satu fokus utama penyelidikan adalah mengapa truk tronton D-9806-AG berhenti di bahu jalan Pantura. Polisi akan mencari tahu apakah ada pelanggaran atau faktor lain yang menyebabkan truk tersebut parkir di lokasi tersebut. Keterangan saksi-saksi juga akan dikumpulkan.
AKBP Veronika, didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas AKP Eka Hendra Ardiansyah, menegaskan komitmen mereka. Penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Hasil olah TKP awal menjadi dasar untuk pengembangan kasus ini lebih lanjut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews