Pemkab Sampang Siasati KBM SDN Pangelen 1 Pasca Ruang Kelas Rusak Diterjang Angin Kencang

Pemerintah Kabupaten Sampang mengambil langkah taktis menyiasati keberlangsungan KBM SDN Pangelen 1 setelah satu ruang kelas rusak parah akibat angin kencang, memicu pertanyaan tentang anggaran perbaikan dan kondisi sekolah lainnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sampang Siasati KBM SDN Pangelen 1 Pasca Ruang Kelas Rusak Diterjang Angin Kencang
Pemerintah Kabupaten Sampang mengambil langkah taktis menyiasati keberlangsungan KBM SDN Pangelen 1 setelah satu ruang kelas rusak parah akibat angin kencang, memicu pertanyaan tentang anggaran perbaikan dan kondisi sekolah lainnya. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, mengambil langkah sigap untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangelen 1 tetap berjalan lancar. Penyesuaian ini dilakukan menyusul kerusakan parah pada salah satu ruang kelas akibat terjangan angin kencang. Solusi sementara diterapkan agar siswa tetap bisa menimba ilmu.

Kerusakan yang menimpa ruang kelas 6 di SDN Pangelen 1 ini terjadi pada Jumat malam, 14 April, sekitar pukul 22.00 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini memaksa pihak sekolah dan dinas terkait untuk segera mencari jalan keluar demi keberlangsungan proses belajar mengajar.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, M Yusuf, menjelaskan bahwa KBM kini disiasati dengan sistem bergantian. Siswa kelas 6 yang ruang kelasnya rusak akan bergabung dan belajar secara bergantian dengan siswa kelas 5, memastikan tidak ada siswa yang tertinggal pelajaran.

Detil Kerusakan dan Respons Awal

Ruang kelas yang mengalami kerusakan parah adalah ruangan yang biasa digunakan oleh siswa kelas 6. Menurut M Yusuf, kejadian ambruknya ruang kelas tersebut merupakan dampak dari hujan deras dan angin kencang yang melanda Sampang pada malam hari. Kondisi ini menambah daftar panjang tantangan infrastruktur pendidikan di daerah tersebut.

Sebelum insiden ambruknya ruang kelas, pihak sekolah sebenarnya telah melaporkan kondisi bangunan yang tidak layak pakai kepada Disdik Sampang. Laporan ini menunjukkan bahwa masalah kerusakan infrastruktur di SDN Pangelen 1 bukanlah hal baru, melainkan sudah menjadi perhatian sejak lama.

Menanggapi laporan tersebut, Disdik Sampang sempat melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memverifikasi kondisi ruang kelas. Dari hasil peninjauan, disarankan agar ruang kelas yang rusak tidak lagi digunakan demi keselamatan siswa dan guru. Rekomendasi ini menjadi dasar bagi kebijakan KBM bergantian.

Tantangan Anggaran dan Usulan Perbaikan

Meskipun kondisi ruang kelas telah dilaporkan rusak dan tidak layak pakai, perbaikan belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran di Pemkab Sampang. Ketiadaan dana menjadi hambatan utama dalam upaya rehabilitasi fasilitas pendidikan yang krusial ini. Situasi ini menyoroti perlunya alokasi dana yang lebih memadai untuk infrastruktur sekolah.

Disdik Sampang tidak tinggal diam. Mereka telah mengusulkan perbaikan ruang kelas yang rusak ini kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Harapannya, bantuan dana dari pemerintah pusat dapat segera turun sehingga proses perbaikan dapat segera dimulai dan siswa bisa kembali belajar di ruang kelas yang layak.

Usulan perbaikan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengatasi masalah infrastruktur pendidikan di Sampang. Perbaikan yang cepat dan tepat diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar bagi siswa SDN Pangelen 1.

Data Sekolah Rusak di Sampang

SDN Pangelen 1 hanyalah satu dari sekian banyak sekolah di Kabupaten Sampang yang mengalami kerusakan. M Yusuf mengungkapkan bahwa total ada 138 sekolah yang terdata rusak dan telah diusulkan untuk mendapatkan perbaikan dari pemerintah pusat. Angka ini menunjukkan skala masalah infrastruktur pendidikan yang cukup besar di wilayah tersebut.

Jenis kerusakan yang dialami oleh ratusan sekolah ini bervariasi. Ada yang mengalami kerusakan akibat usia bangunan yang sudah tua dan lapuk, sementara sebagian lainnya rusak karena musibah bencana alam seperti angin kencang. Variasi penyebab kerusakan ini memerlukan pendekatan perbaikan yang berbeda-beda.

Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Prioritas utama adalah memastikan semua siswa di Sampang dapat belajar di lingkungan yang aman dan kondusif, tanpa terganggu oleh kondisi bangunan sekolah yang tidak memadai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi