PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina (Persero), mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada pengajuan klaim terkait insiden dua Kapal Pertamina Selat Hormuz yang masih tertahan. Perusahaan asuransi ini terus berkoordinasi erat dengan pihak Pertamina untuk memantau situasi terkini. Situasi geopolitik di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait kelancaran distribusi energi nasional.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif berkomunikasi dengan Pertamina mengenai kondisi kapal-kapal tersebut. Ia berharap kedua kapal dapat segera kembali ke Indonesia dengan selamat. Peningkatan risiko di wilayah Timur Tengah memang berdampak pada penyesuaian harga premi asuransi.
Meskipun demikian, Tugu Insurance menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pemerintah dalam upaya pemulangan kapal. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga telah menyatakan bahwa komunikasi intensif sedang dilakukan. Pemerintah berupaya mencari solusi terbaik selama jeda gencatan senjata di Timur Tengah.
Advertisement
Advertisement
Direktur Teknik Tugu Insurance, Fadlil Iswahyudi, menjelaskan bahwa asuransi yang disediakan oleh pihaknya memiliki batasan klaim tertentu. Klaim hanya dapat diajukan jika terjadi kerusakan material pada kapal yang diasuransikan. Ini mencakup insiden seperti serangan drone, bom, atau torpedo dari pihak-pihak yang terlibat konflik. Kondisi ini menjadi fokus utama dalam pertimbangan pengajuan klaim.
Namun, risiko keterlambatan pengiriman barang atau kedatangan kapal bukan termasuk dalam cakupan yang dapat diklaim oleh Pertamina. Hal ini berarti kerugian akibat penundaan operasional tidak akan ditanggung. Fadlil Iswahyudi berharap kedua kapal Pertamina tersebut dapat kembali ke Indonesia tanpa insiden material yang merugikan. Secara prinsip, perang tidak dicover kecuali ada kerusakan fisik.
Adi Pramana menambahkan bahwa situasi konflik di Timur Tengah telah menyebabkan peningkatan risiko perjalanan kapal. Oleh karena itu, Tugu Insurance melakukan penyesuaian dengan menaikkan sedikit harga premi asuransi. Penyesuaian ini merupakan langkah antisipatif terhadap potensi ancaman yang lebih tinggi di jalur pelayaran tersebut. Pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah penuh upaya.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengupayakan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada Rabu (8/4) di Jakarta, menyampaikan bahwa komunikasi intensif terus dibangun. Harapannya, solusi dapat ditemukan selama periode jeda gencatan senjata dua pekan di Timur Tengah.
Berdasarkan pantauan situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder pada Sabtu (11/4) pukul 17.58 WIB, kedua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia. Kapal Pertamina Pride terdeteksi di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara itu, Kapal Gamsunoro terpantau di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.
Pihak pemerintah dan Tugu Insurance berharap jeda gencatan senjata ini dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi kepulangan kedua kapal. Upaya diplomatik dan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan awak kapal dan kelancaran pasokan energi. Kondisi ini menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews