Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Ternate bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayahnya. Sebanyak 19 Kepala Keluarga (KK) di enam kecamatan berbeda telah menerima bantuan uang tunai langsung dari lembaga tersebut. Langkah ini diambil Baznas Ternate sebagai respons konkret untuk meringankan beban warga pascabencana.
Ketua Baznas Kota Ternate, Adam Ma’rus, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian mendalam terhadap kondisi para korban. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang melanda pada Kamis (2/4/2026) lalu telah menyebabkan kerusakan di berbagai titik, mendorong perlunya uluran tangan segera. Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi ekonomi dan sosial para keluarga terdampak.
Selain bantuan uang tunai, Baznas Ternate juga telah mengirimkan bantuan darurat berupa logistik ke Pulau Batang Dua, area yang paling parah terdampak. Respons cepat ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Ternate, yang mengakui peran vital Baznas dalam penanganan bencana. Kehadiran Baznas secara nyata membantu warga melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah.
Advertisement
Advertisement
Rincian Bantuan Tunai dan Sebaran Penerima Bantuan Baznas Ternate Gempa
Bantuan uang tunai yang disalurkan Baznas Ternate disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah yang dialami oleh setiap keluarga. Adam Ma’rus merinci bahwa terdapat enam KK yang mengalami kerusakan ringan, 12 KK dengan kerusakan sedang, dan satu KK yang terdampak kerusakan berat. Skema bantuan ini dirancang untuk memberikan dukungan finansial yang proporsional.
Setiap KK dengan kerusakan ringan menerima bantuan sebesar Rp1 juta, sementara mereka yang mengalami kerusakan sedang mendapatkan Rp2 juta. Untuk satu KK yang rumahnya mengalami kerusakan berat, Baznas Ternate memberikan bantuan sebesar Rp3 juta. Penyesuaian besaran bantuan ini bertujuan agar dana yang diberikan dapat optimal dalam membantu proses perbaikan atau pemulihan.
Para penerima bantuan tunai ini tersebar di beberapa kecamatan di Kota Ternate, menunjukkan luasnya dampak gempa. Wilayah tersebut meliputi Ternate Selatan, Ternate Utara, Ternate Tengah, Ternate Barat, Pulau Ternate, dan Pulau Moti. Distribusi bantuan ini memastikan bahwa keluarga-keluarga yang membutuhkan di berbagai lokasi dapat terjangkau oleh program kemanusiaan Baznas.
Advertisement
Advertisement
Bantuan Darurat Logistik dan Tantangan di Pulau Batang Dua
Selain bantuan tunai, Baznas juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa logistik ke Pulau Batang Dua, yang diidentifikasi sebagai daerah paling terdampak gempa. Bantuan ini mencakup 350 paket makanan siap saji, satu ton beras, 100 dus mi instan, dan 1.500 butir telur. Kebutuhan dasar ini sangat vital untuk menopang kehidupan warga pascabencana.
Tidak hanya itu, Baznas Ternate juga memperhatikan kelompok rentan dengan menyediakan kebutuhan khusus bagi bayi, lansia, dan perempuan. Langkah ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam penanganan dampak bencana, memastikan semua lapisan masyarakat mendapatkan perhatian yang layak. Distribusi logistik ini menjadi prioritas mengingat kondisi darurat di lapangan.
Namun demikian, Adam Ma’rus mengakui bahwa penanganan lanjutan di Pulau Batang Dua akan memerlukan keterlibatan instansi terkait lainnya. Hal ini disebabkan oleh jumlah warga terdampak yang cukup besar dan fakta bahwa sebagian dari mereka tidak termasuk dalam kategori asnaf penerima zakat. Oleh karena itu, bantuan lanjutan akan diusulkan melalui Dana Sosial Keagamaan Lainnya untuk menjangkau lebih banyak korban.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Pemerintah Kota Ternate atas Peran Baznas
Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, secara langsung menyampaikan apresiasinya terhadap respons cepat dan sigap Baznas dalam membantu masyarakat sejak awal terjadinya bencana. Menurutnya, kehadiran Baznas memberikan manfaat langsung bagi warga terdampak melalui penyaluran zakat, infak, maupun sedekah. Peran ini sangat krusial dalam situasi darurat.
"Setiap terjadi bencana, baik bencana alam maupun sosial, peran Baznas sangat terasa dalam membantu masyarakat terdampak," ujar Tauhid. Ia menambahkan bahwa hal ini menunjukkan komitmen nyata Baznas dalam pelayanan kemanusiaan. Dukungan dari pemerintah daerah memperkuat posisi Baznas sebagai mitra strategis dalam penanggulangan bencana.
Gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) memang menimbulkan dampak signifikan. Dengan adanya Bantuan Baznas Ternate Gempa, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Sinergi antara lembaga filantropi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan bencana alam.
Advertisement
Sumber: AntaraNews