Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah menjatuhkan sanksi disipliner kepada seorang perawatnya. Sanksi diberikan menyusul kelalaian serius yang nyaris mengakibatkan penyerahan bayi kepada orang tua yang tidak seharusnya. Insiden ini terjadi di ruang perawatan intensif rumah sakit tersebut, menimbulkan kekhawatiran publik.
Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan bahwa sanksi yang diberikan berupa surat peringatan pertama (SP1) yang bersifat teguran keras. Selain itu, perawat yang bersangkutan juga dinonaktifkan dari pelayanan langsung kepada pasien, dipindahkan ke bagian non-medis. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi untuk menjaga standar pelayanan.
Kejadian bermula dari pengalaman seorang ibu bernama Nina Saleha yang dibagikan melalui media sosial TikTok. Nina mengaku bayinya hampir saja dibawa pulang oleh orang lain karena kelalaian perawat saat dirinya tidak berada di tempat. Pihak RSHS Bandung kini menyatakan kesiapannya untuk menjalani evaluasi menyeluruh dari Kementerian Kesehatan terkait insiden tersebut.
Advertisement
Advertisement
Tindakan Tegas RSHS dan Laporan ke Kementerian Kesehatan
Manajemen RSHS Bandung mengambil langkah cepat menindaklanjuti insiden kelalaian perawat yang mengancam keselamatan pasien. Perawat yang terbukti lalai kini dipindahkan ke bagian yang tidak berinteraksi langsung dengan pasien, seperti administrasi atau bagian non-klinis lainnya. Hal ini untuk memastikan kualitas pelayanan medis tetap terjaga dan mencegah risiko serupa di masa depan.
Rachim Dinata Marsidi menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari komitmen RSHS dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik. Mereka ingin memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan terbaik dengan standar keamanan tertinggi. Sanksi ini diharapkan menjadi pembelajaran serius bagi seluruh staf medis dan non-medis di lingkungan rumah sakit.
Pihak rumah sakit juga telah melaporkan secara resmi kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Laporan tersebut mencakup kronologi insiden dan langkah-langkah penanganan yang telah diambil. RSHS menyatakan kesiapannya untuk dievaluasi lebih lanjut oleh pihak Kementerian Kesehatan guna perbaikan sistem secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Insiden Nyaris Tertukarnya Bayi di RSHS
Insiden yang menghebohkan publik ini pertama kali mencuat setelah Nina Saleha membagikan ceritanya di platform media sosial TikTok, menarik perhatian luas. Nina, yang baru saja melahirkan dan bayinya dirawat di RSHS, mengaku sangat terkejut. Ia hampir kehilangan bayinya karena diserahkan kepada orang yang tidak dikenal.
Peristiwa itu terjadi di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung, area yang seharusnya memiliki pengawasan ketat. Saat Nina sedang pergi makan, salah satu perawat diduga menyerahkan bayinya kepada orang lain tanpa verifikasi yang memadai. Kelalaian ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai prosedur keamanan bayi di rumah sakit.
Pengalaman Nina Saleha menjadi sorotan utama, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Kejadian ini menekankan perlunya pengawasan ketat dan verifikasi berlapis dalam setiap proses penyerahan bayi kepada orang tua. RSHS Bandung berkomitmen untuk melakukan perbaikan signifikan pada sistem pengamanan bayi mereka.
Advertisement
Advertisement
Evaluasi Menyeluruh dan Pembinaan SOP Penyerahan Bayi
Menanggapi insiden ini, RSHS Bandung akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tenaga perawat dan sistem yang berlaku. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi celah keamanan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Evaluasi ini akan mencakup tinjauan ulang terhadap semua prosedur standar.
Rachim Dinata Marsidi secara tegas menekankan bahwa pembinaan akan difokuskan pada kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Khususnya, prosedur dalam proses penyerahan bayi kepada orang tua akan menjadi prioritas utama. Hal ini krusial untuk menghindari kesalahan identifikasi dan memastikan keamanan bayi.
RSHS akan mengadakan sesi pembinaan dan pelatihan kembali kepada para perawat terkait SOP penyerahan bayi yang diperbarui. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, disiplin, dan profesionalisme staf. Komitmen RSHS adalah memastikan setiap bayi diserahkan secara aman dan tepat kepada orang tua kandungnya, sesuai dengan protokol yang berlaku.
Advertisement
Sumber: AntaraNews