Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) secara aktif mendorong inisiatif penulisan sejarah kampung di berbagai desa. Upaya ini bertujuan untuk membangun fondasi identitas lokal yang kuat.
Langkah strategis ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan budaya di tingkat desa, mengingat pentingnya dokumentasi tradisi lisan. Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi krusial untuk mendokumentasikan asal-usul, kuliner, tradisi, hingga praktik budaya yang berkembang di masyarakat.
Nuralam menjelaskan bahwa penulisan sejarah kampung merupakan langkah strategis untuk mendokumentasikan berbagai cerita dan identitas masyarakat yang selama ini lebih banyak diwariskan secara lisan.
Advertisement
Advertisement
Selama ini, kebudayaan Nusantara banyak didominasi oleh tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun. Museum NTB kini berupaya agar sejarah tersebut dapat dituliskan secara sistematis.
Penulisan sejarah kampung ini mencakup berbagai aspek, mulai dari asal-usul desa, perkembangan kuliner khas, hingga praktik-praktik budaya yang masih lestari. Inisiatif ini telah dimulai di beberapa desa di wilayah Lombok, termasuk Kecamatan Narmada dan Kuripan.
Desa-desa tersebut bahkan mulai menetapkan hari jadi yang usianya lebih tua dari kemerdekaan Republik Indonesia. Ahmad Nuralam menekankan bahwa mendokumentasikan sejarah lisan adalah langkah penting untuk menjaga sumber ilmu, nilai, dan moralitas yang tumbuh dalam tradisi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Museum NTB mencatat banyak kampung telah eksis sejak abad ke-17, termasuk lokasi penyebaran Islam pertama oleh Sunan Prapen di Lombok. Keberadaan nama seperti Kuripan dan Mataram di Lombok menjadi bukti sejarah yang harus dijaga.
Ketahanan budaya yang terpelihara di setiap desa merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Ini memperkuat kohesi sosial dan daya rekat antarwarga.
Nuralam menjelaskan bahwa ketika nilai-nilai budaya tetap terjaga, masyarakat memiliki kontrol sosial yang kuat, sehingga berbagai persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba sulit menyusup. Sebaliknya, jika ketahanan budaya melemah dan nilai-nilai luhur tidak lagi lestari, pembangunan di masyarakat akan kehilangan arah dan fondasinya.
Advertisement
Advertisement
Melalui program strategis bertajuk 'Kotaku Museumku Kampungku Museumku', Museum NTB berharap desa-desa tidak hanya memiliki dokumentasi sejarah yang tertulis.
Program ini juga bertujuan agar kebudayaan dapat dijadikan basis utama dalam pembangunan dan pendidikan sosial di tingkat lokal. Inisiatif ini merupakan upaya konkret untuk memastikan bahwa sejarah dan identitas lokal tidak hanya diingat, tetapi juga menjadi panduan bagi generasi mendatang.
Dengan demikian, penulisan sejarah kampung menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, memastikan warisan budaya tetap relevan dan hidup.
Advertisement
Sumber: AntaraNews