Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nabire telah mengonfirmasi bahwa jadwal keberangkatan jamaah calon haji (JCH) asal Nabire akan tetap berjalan sesuai rencana awal. Kepastian ini disampaikan di tengah kekhawatiran yang sempat muncul akibat dinamika ketegangan di kawasan Timur Tengah. Seluruh persiapan telah dimatangkan untuk memastikan kelancaran perjalanan ibadah haji tahun ini.
Kepala Kantor Kemenhaj Nabire, Putra Aminudin, menegaskan bahwa jadwal keberangkatan JCH masih "on the track" dan tidak mengalami perubahan sedikit pun. Pernyataan ini memberikan ketenangan bagi 80 calon jamaah haji dari Nabire yang telah lama menantikan momen suci tersebut. Kemenhaj memastikan bahwa keselamatan dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.
Jadwal keberangkatan JCH asal Nabire dijadwalkan pada 9 Mei 2026 dari Nabire, kemudian akan masuk embarkasi Makassar pada 10 Mei 2026. Mereka akan bergabung dalam Kloter 27 Papua bersama 393 calon haji lainnya dari Jayapura, Wamena, dan Keerom. Ini merupakan bagian dari upaya koordinasi yang komprehensif untuk penyelenggaraan haji yang terpadu.
Advertisement
Advertisement
Meskipun ada ketegangan di Timur Tengah, Kemenhaj Nabire menegaskan bahwa jadwal keberangkatan JCH tidak terpengaruh. Putra Aminudin menyatakan bahwa instruksi dari Kemenhaj pusat adalah untuk tetap menjalankan rencana awal. Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi global demi kelancaran ibadah haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya telah melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi pada akhir Maret hingga awal April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini secara menyeluruh. Dari hasil kunjungan tersebut, kloter pertama JCH Indonesia dipastikan akan berangkat pada 22 April 2026.
Kemenhaj Nabire juga melaporkan bahwa tidak ada jamaah umrah asal Nabire yang tertahan di Arab Saudi sejak ketegangan di Timur Tengah terjadi. Informasi yang diterima menunjukkan bahwa operasional travel umrah tetap berjalan normal. Selama rute penerbangan tidak melewati wilayah konflik, perjalanan ibadah umrah dipastikan aman.
Advertisement
Advertisement
Tahun ini, kuota haji untuk wilayah Papua mengalami penurunan menjadi 980 orang, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 1.080 orang. Penurunan kuota ini membawa dampak signifikan terhadap masa tunggu haji di Papua. Masa tunggu kini diperkirakan mencapai sekitar 28 tahun, meningkat dari sebelumnya 25–26 tahun.
Di Nabire sendiri, jumlah pendaftar haji telah mencapai lebih dari 2.000 orang, menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji. Ribuan calon jamaah ini telah mengantre sejak tahun 2013, menanti giliran untuk dapat berangkat ke Tanah Suci. Antrean panjang ini menjadi cerminan dari tantangan dalam memenuhi harapan seluruh pendaftar.
Jamaah yang akan berangkat pada tahun ini merupakan mereka yang sudah mendaftar sejak tahun 2013, menegaskan lamanya periode penantian yang harus dilalui. Proses seleksi dan penentuan keberangkatan dilakukan berdasarkan urutan pendaftaran. Hal ini memastikan keadilan bagi semua calon jamaah yang telah mendaftar jauh-jauh hari.
Advertisement
Sumber: AntaraNews