Pelabuhan Bakauheni Masih Padat Pemilir di Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Gelombang Kedua

Ribuan pemilir terus memadati Pelabuhan Bakauheni hingga H+7 Lebaran 2026, menandai puncak arus balik gelombang kedua. Simak strategi ASDP dan imbauan Kemenhub untuk kelancaran perjalanan Anda.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pelabuhan Bakauheni Masih Padat Pemilir di Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Gelombang Kedua
Ribuan pemilir terus memadati Pelabuhan Bakauheni hingga H+7 Lebaran 2026, menandai puncak arus balik gelombang kedua. Simak strategi ASDP dan imbauan Kemenhub untuk kelancaran perjalanan Anda. (AntaraNews)

Ribuan penumpang, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan pribadi, masih terus berdatangan dan memadati area Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Kepadatan ini terpantau pada arus balik H+7 Lebaran 2026, tepatnya Minggu dini hari, 29 Maret 2026.

Aktivitas pemilir yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Merak, Banten, terlihat sangat tinggi sejak Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 23.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 00.30 WIB. Arus kedatangan yang tidak henti ini menyebabkan sejumlah personel kepolisian, TNI, dan petugas ASDP harus bekerja keras mengatur lalu lintas di dalam pelabuhan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua masih berlangsung, sesuai dengan prediksi sebelumnya. Para pemilir ini umumnya memilih kembali pada malam hari untuk menghindari kepadatan siang hari atau karena tuntutan pekerjaan yang akan segera dimulai kembali.

Kepadatan Pelabuhan Bakauheni di H+7 Arus Balik

Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan menjadi titik krusial bagi ribuan pemilir yang kembali dari Sumatera menuju Pulau Jawa. Hingga Minggu dini hari, 29 Maret 2026, antrean kendaraan dan penumpang pejalan kaki masih terlihat panjang di berbagai titik pelabuhan. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan ASDP bahu-membahu mengarahkan arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan yang lebih parah.

Kedatangan pemilir yang terus-menerus ini menciptakan dinamika tersendiri dalam pengelolaan arus balik. Banyak pemilir yang sengaja memilih waktu malam hari untuk melakukan perjalanan. Alasan utama mereka adalah untuk menghindari terik matahari dan kepadatan lalu lintas yang sering terjadi pada siang hari, serta untuk segera kembali memulai aktivitas kerja.

Situasi ini menegaskan bahwa mobilitas masyarakat pasca-Lebaran tetap tinggi, meskipun sudah memasuki H+7. Kesiapan infrastruktur dan personel menjadi kunci dalam menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan para pemilir di tengah lonjakan volume kendaraan dan penumpang.

Strategi ASDP Atasi Lonjakan Pemilir

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyatakan bahwa puncak arus balik di Pelabuhan Bakauheni diprediksi terjadi pada Sabtu (H+6) dan Minggu (H+7) Lebaran 2026. Ia memperkirakan jumlah kendaraan yang akan menyeberang menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni dapat mencapai 25.000 hingga 27.000 unit selama puncak arus balik gelombang kedua ini.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PT ASDP telah menyiapkan berbagai strategi komprehensif. Strategi tersebut meliputi penerapan delay system, skrining tiket yang lebih ketat, dan skema TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat). Heru Widodo juga menambahkan bahwa karakteristik penumpang yang melakukan perjalanan malam hari masih sangat tinggi, sehingga skema TBB akan diberlakukan secara efektif.

Hingga Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 15.30 WIB, jumlah kendaraan yang sudah melakukan reservasi tiket telah mencapai 18.000 unit. Data ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk kembali, sekaligus menjadi dasar bagi ASDP untuk terus mengoptimalkan layanan dan pengaturan di lapangan demi kelancaran arus balik.

Apresiasi dan Kesiapan Kemenhub dalam Arus Balik

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Bakauheni pada Sabtu sore, 28 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat yang telah disiplin mengikuti arahan petugas. Kelancaran arus mudik maupun balik tahun ini berjalan dengan baik berkat kerja sama semua pihak.

Menteri Dudy Purwagandhi juga menginformasikan bahwa masih tersisa sekitar 30 persen pemudik yang belum kembali dari Bakauheni. Untuk mengatasi potensi kepadatan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan berbagai skema penanganan. Skema-skema tersebut meliputi penyediaan buffer zone, penerapan delaying system, hingga penambahan jumlah kapal penyeberangan.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan yang mungkin terjadi dalam dua hari ke depan, memastikan perjalanan pemilir tetap aman dan nyaman. Kemenhub terus berkoordinasi dengan ASDP dan pihak terkait lainnya untuk memantau dan menyesuaikan strategi sesuai dengan kondisi di lapangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi