Satuan Tugas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, telah memastikan kesiapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kembali beroperasi secara optimal. Pelayanan Makan Bergizi Gratis ini akan dimulai kembali setelah libur sekolah, tepatnya pada tanggal 31 Maret 2026, guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.
Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG Nabire, Yasor Victor Sawo, menyatakan bahwa timnya telah melakukan pemantauan langsung terhadap dapur-dapur SPPG di wilayah kota Nabire. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan dan kesiapan operasional sebelum program berjalan efektif.
Dari hasil peninjauan di wilayah kota Nabire, beberapa dapur SPPG dinyatakan siap melaksanakan pelayanan MBG sesuai standar yang ditetapkan. Kesiapan ini menjadi krusial untuk menjamin kelancaran distribusi makanan bergizi bagi masyarakat penerima manfaat.
Advertisement
Advertisement
Pemantauan Menyeluruh Kesiapan Dapur SPPG
Satgas Percepatan MBG Nabire bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire telah aktif melakukan pemantauan menyeluruh terhadap dapur-dapur SPPG di wilayahnya. Fokus utama pemantauan adalah mengecek kesiapan operasional dan kelengkapan fasilitas yang tersedia.
Yasor Victor Sawo menjelaskan, lima dari sepuluh SPPG aglomerasi yang aktif di Nabire telah didatangi untuk memastikan kesiapan teknis dan administrasi. Ia menegaskan bahwa sebagian besar dapur yang ditinjau telah memenuhi standar kesiapan yang diharapkan.
Namun, Satgas juga memberikan beberapa catatan penting yang harus segera dipenuhi oleh pengelola SPPG sebelum pelaksanaan layanan dimulai. Catatan ini bertujuan untuk memastikan pelayanan optimal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Advertisement
Advertisement
Persyaratan Administrasi dan Teknis yang Harus Dipenuhi
Meskipun sebagian besar dapur SPPG telah siap, Satgas MBG Nabire menekankan adanya beberapa persyaratan administrasi dan fasilitas yang perlu dilengkapi. Persyaratan ini harus dipenuhi sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Beberapa kelengkapan yang wajib dipenuhi antara lain pendaftaran tenaga kerja pada BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin perlindungan pekerja. Selain itu, pengurusan sertifikat halal juga menjadi prioritas untuk memastikan kualitas dan kehalalan makanan yang disajikan.
Izin lingkungan melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat juga harus dilengkapi sebagai bagian dari persyaratan operasional. Pengelola dapur juga diinstruksikan untuk meningkatkan perhatian terhadap pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.
Advertisement
Penyediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sesuai standar menjadi salah satu poin penting dalam pemenuhan persyaratan. Yasor menambahkan bahwa seluruh SPPG di Nabire saat ini telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara proses sertifikasi halal sedang berjalan di beberapa dapur.
Dinas terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire menyatakan kesiapannya untuk membantu percepatan penerbitan dokumen-dokumen tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat memastikan semua persyaratan terpenuhi sebelum tanggal 31 Maret 2026.
Advertisement
Pengawasan Berkelanjutan oleh Satgas MBG
Sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5.7/4072/SJ Tahun 2025, Satgas MBG tingkat kabupaten memiliki kewajiban untuk melakukan pengawasan berkelanjutan. Pengawasan ini tidak hanya terbatas pada kesiapan awal, tetapi juga mencakup operasional SPPG secara terus-menerus.
Aspek pengawasan meliputi pemenuhan persyaratan teknis pendirian dapur, standar higienis yang ketat, serta pengelolaan limbah yang efektif. Ketersediaan tenaga kerja yang memadai juga menjadi fokus pengawasan yang berkelanjutan.
Selain itu, Satgas juga memastikan keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP) dalam penyerapan tenaga kerja di dapur-dapur SPPG. Yasor Victor Sawo menegaskan bahwa Satgas bertugas memastikan seluruh dapur mematuhi aturan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh BGN.
Advertisement
Kepatuhan ini krusial agar pelayanan Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan di Nabire.
Sumber: AntaraNews