Gara-Gara Miras Oplosan, Empat Warga Mande Cianjur Tewas Beruntun dalam Sepekan

Keempat korban yang berinisial Fa (23), MR (22), L, dan Do mengalami nyeri perut yang sangat parah disertai dengan muntah sebelum mereka meninggal dunia.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin - Reporter
Gara-Gara Miras Oplosan, Empat Warga Mande Cianjur Tewas Beruntun dalam Sepekan
Ilustrasi mayat (Arfandi/Liputan6.com) (@ 2023 merdeka.com)

Empat warga dari Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, dilaporkan meninggal dunia secara beruntun dalam waktu satu pekan terakhir. Polisi menduga bahwa kematian keempat warga tersebut disebabkan oleh minuman keras (miras) oplosan. Selain itu, satu orang lainnya dalam kondisi kritis dan saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sayang.

Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, menyatakan bahwa sebelum meninggal, keempat korban yang berinisial Fa (23), MR (22), L, dan Do mengalami nyeri perut yang hebat disertai dengan muntah-muntah.

"Kami telah melakukan penelusuran di Kecamatan Mande dan menemukan fakta bahwa empat warga meninggal dunia, sementara satu lainnya berinisial NH masih kritis di rumah sakit. Gejala yang dialami rata-rata serupa, namun waktu kejadian mulai dari merasakan sakit hingga meninggal dunia memang tidak bersamaan," ujar Tatang Sunarya, Sabtu (28/3).

Walaupun dugaan mengenai miras oplosan telah muncul, kepolisian menghadapi berbagai tantangan dalam penyelidikan awal. Informasi terkait jenis minuman, waktu, dan lokasi pasti saat para korban beraktivitas masih sangat minim.

Pihak keluarga menyatakan bahwa para korban tidak sempat menjelaskan penyebab sakit mereka sebelum kondisi fisik mereka menurun drastis.

"Saat ini, NH yang merupakan saksi kunci sekaligus korban selamat belum dapat dimintai keterangan karena kondisi kesehatannya yang belum stabil," ujarnya.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara mendalam dan komprehensif. Ia menyatakan bahwa kepolisian tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian tanpa adanya bukti medis yang kuat.

"Penyelidikan masih berjalan untuk menentukan apakah ini murni dampak konsumsi alkohol, faktor penyakit bawaan seperti lambung, atau sebab lain. Kami mengedepankan pembuktian berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan medis," tegas AKBP Alexander.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Instalasi Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan lanjutan masih terus dilakukan terhadap korban selamat.

Meskipun pemeriksaan awal belum menunjukkan indikasi kuat keracunan alkohol murni. "Tim medis sedang mendalami apakah konsumsi alkohol tersebut memicu komplikasi penyakit tertentu pada tubuh pasien," jelasnya.

Rekomendasi