RSUD Mataram Siaga Lebaran 2026: Puluhan Perawat Cadangan Disiapkan untuk Layanan Optimal

RSUD Mataram menyiagakan puluhan perawat cadangan serta dokter dan fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk memastikan layanan kesehatan optimal selama libur panjang Lebaran 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
RSUD Mataram Siaga Lebaran 2026: Puluhan Perawat Cadangan Disiapkan untuk Layanan Optimal
RSUD Mataram menyiagakan puluhan perawat cadangan serta dokter dan fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk memastikan layanan kesehatan optimal selama libur panjang Lebaran 2026. (AntaraNews)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Ruslan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah antisipatif menjelang libur panjang Lebaran 2026. Mereka telah menyiapkan puluhan perawat cadangan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal bagi masyarakat. Langkah ini diambil guna menghadapi potensi peningkatan kebutuhan medis selama periode libur tersebut.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik RSUD HMR, dr H Tris Cahyoso, menyatakan bahwa 45 tenaga perawat cadangan telah disiapkan. Kesiapan ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan rumah sakit, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Poliklinik akan ditutup, sehingga seluruh layanan medis berpusat di IGD sebagai zona hijau layanan.

Penyiagaan perawat cadangan ini merupakan bagian dari strategi komprehensif RSUD HMR. Mereka juga memperkuat IGD dengan menambah jumlah dokter umum yang siaga 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika nantinya layanan di IGD mengalami kepadatan pasien, mengingat libur Lebaran 2026 cukup panjang.

Penguatan Tenaga Medis dan Optimalisasi Layanan IGD

RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram memfokuskan layanan medisnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama libur Lebaran 2026. Penutupan poliklinik menjadikan IGD sebagai garda terdepan pelayanan medis. Langkah ini memastikan bahwa pasien yang membutuhkan penanganan darurat tetap mendapatkan akses cepat dan tepat.

Untuk mendukung operasional IGD, rumah sakit menyiagakan 45 perawat cadangan yang siap bertugas. Keberadaan perawat cadangan ini sangat penting untuk mem-backup layanan di IGD. Mereka akan dikerahkan jika terjadi lonjakan pasien atau jika kapasitas IGD mencapai puncaknya.

Selain perawat, RSUD HMR juga memastikan ketersediaan dokter yang memadai. Sebanyak 10 dokter disiagakan untuk melayani pasien selama 24 jam penuh di IGD. Kesiapan tenaga medis yang memadai ini diharapkan dapat menjaga kualitas pelayanan dan merespons setiap kebutuhan darurat yang mungkin muncul.

Antisipasi Lonjakan Pasien dan Ketersediaan Fasilitas

Mengantisipasi lonjakan pasien, terutama kasus kecelakaan lalu lintas, RSUD HMR telah menyiapkan 25 tempat tidur di IGD. Fasilitas ini terbagi menjadi zona merah dengan sembilan tempat tidur dan zona kuning dengan 16 tempat tidur. Sisa tempat tidur lainnya dialokasikan untuk zona hijau, memastikan penanganan sesuai tingkat keparuratan.

Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa malam Idul Fitri seringkali menjadi puncak kedatangan pasien yang cukup banyak. Banyak di antaranya adalah korban kecelakaan lalu lintas yang memerlukan perawatan luka. Oleh karena itu, persiapan fasilitas yang memadai menjadi prioritas utama untuk menjamin setiap pasien mendapatkan penanganan yang diperlukan.

Selain kesiapan tempat tidur, ketersediaan stok obat juga menjadi perhatian utama RSUD HMR. Pihak rumah sakit telah menambah persediaan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan selama lebih dari seminggu. Langkah ini memastikan bahwa tidak ada kendala dalam penyediaan medis dan mendukung kelancaran proses perawatan pasien selama libur Lebaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi