Menegangkan, Momen Brimob Tangkap Ular Berbisa Dua Meter Menyusup ke Posko Mudik Gerbang Tol Kalikangkung

Berkat aksi sigap personel Brimob, ular tersebut dievakuasi dari dalam posko dengan rasa tenang.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Menegangkan, Momen Brimob Tangkap Ular Berbisa Dua Meter Menyusup ke Posko Mudik Gerbang Tol Kalikangkung
Menegangkan, Momen Brimob Tangkap Ular Berbisa Dua Meter Menyusup ke Posko Mudik Gerbang Tol Kalikangkung (Merdeka.com)

Seekor ular kayu dengan panjang sekitar dua meter sempat menghebohkan kepolisian sedang bertugas di posko mudik kawasan Kalikangkung.

Ular diduga berbisa namun tidak mematikan itu masuk tenda sehingga memicu kepanikan di tengah kepolisian sedang mengamankan arus mudik.

Namun berkat aksi sigap personel Brimob, ular tersebut dievakuasi dari dalam posko dengan rasa tenang.

Seorang personel Brimob dari Kompi 3 Batalyon A Pasadena, Aipda Suhartono mengevakuasi ular masuk ke dalam posko mudik di kawasan tersebut.

"Di belakang tenda Posko Satbrimob Polda Jateng, ular itu masuk ke sini, lalu saya evakuasi," kata Suhartono.

Brimob Evakuasi Ular
Brimob Evakuasi Ular merdeka.com

Dia menyebut, ular dievakuasi merupakan jenis ular kayu dengan panjang sekitar dua meter dan berbisa.

“Ularnya jenis ular kayu. Berbisa, tapi tidak terlalu mematikan,” ujar dia.

Suhartono mengaku tidak memiliki keahlian khusus sebagai pawang. Dia hanya mengandalkan keberanian dan ketenangan saat melakukan evakuasi ular berbisa.

"Saya tidak punya pengalaman sebagai pawang, hanya mengandalkan keberanian dan penting tidak ragu,” ujar Suhartono.

Aksi tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang tengah beristirahat di posko mudik Gerbang Tol Kalikangkung.

"Supaya tidak mengganggu pemudik yang melintas di sekitar sini,” kata dia.

Rencananya, ular yang berhasil dievakuasi akan dilepaskan kembali ke habitat aman dan jauh dari aktivitas manusia.

“Nanti akan saya lepaskan di tempat yang paling aman,” jelas dia.



Kawal Pemudik

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto mengatakan bahwa kejadian ini menjadi gambaran bahwa petugas tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga siap menghadapi berbagai situasi tak terduga.

"Ini adalah bentuk kesiapsiagaan anggota di lapangan dalam memberikan perlindungan. Situasi di lapangan bisa sangat dinamis, sehingga diperlukan ketenangan, keberanian, dan respons cepat seperti yang ditunjukkan oleh personel kami,” tutup Artanto.

Rekomendasi