Pemkab Aceh Barat Santuni Keluarga Zuretti, Soroti Kondisi Rumah Tidak Layak Huni

Bupati Aceh Barat Tarmizi menyalurkan bantuan kepada keluarga Zuretti yang menempati rumah tidak layak huni di Desa Pasi Jeut, Woyla Barat, sekaligus menegur keras aparatur desa yang kurang proaktif dalam pendataan warga miskin.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Aceh Barat Santuni Keluarga Zuretti, Soroti Kondisi Rumah Tidak Layak Huni
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, memberikan santunan dan bantuan kepada keluarga Zuretti yang menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Meulaboh, setelah kondisi mereka viral di media sosial dan menarik perhatian publik. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menyalurkan bantuan kepada keluarga Zuretti, warga Desa Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat, yang kondisi rumahnya viral di media sosial. Keluarga tersebut diketahui menempati rumah tidak layak huni (RTLH) selama delapan tahun terakhir. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, didampingi istrinya, Afrinda Novalia, pada Rabu, 18 Maret, setelah kunjungan kerja dari Jakarta.

Kunjungan ini merupakan respons cepat Pemkab Aceh Barat terhadap informasi yang beredar luas di media sosial mengenai kondisi memprihatinkan keluarga Zuretti. Bupati Tarmizi menyatakan sengaja langsung meninjau lokasi untuk melihat langsung keadaan warganya. Tindakan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menanggapi isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat, terutama yang melibatkan warga kurang mampu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tarmizi tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyampaikan teguran keras kepada camat dan kepala desa setempat. Teguran ini dilayangkan karena informasi mengenai RTLH tersebut justru didapatkan dari media sosial, bukan dari laporan langsung aparatur desa yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendata dan melaporkan kondisi warganya.

Rumah yang ditempati keluarga Zuretti, yang terdiri dari seorang ibu dan dua anak yatim, berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bangunan rumah terbuat dari pelepah rumbia dan telah dihuni selama delapan tahun tanpa perbaikan yang memadai. Fasilitas dasar seperti sarana listrik tidak tersedia, dan alas rumah hanya seadanya, jauh dari standar kelayakan huni.

Lokasi rumah juga menambah kesulitan akses dan isolasi keluarga tersebut. Terletak di tengah-tengah persawahan warga, rumah ini hanya dapat dijangkau melalui jalan setapak sepanjang lebih dari 100 meter dari jalan raya. Kondisi ini membuat Bupati Tarmizi mengaku terkejut dan bersedih saat meninjau langsung, menyebut hunian tersebut “jauh dari kata layak, sangat tidak layak.”

Ketiadaan fasilitas dasar dan kondisi bangunan yang rapuh menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Bupati menyoroti bahwa dua anak yatim yang tinggal di rumah tersebut harus menghadapi kondisi yang tidak memadai, mulai dari ruang utama hingga dapur, ditambah lagi dengan absennya aliran listrik. Ini menjadi bukti nyata perlunya intervensi segera dari pihak berwenang untuk memastikan kesejahteraan warga.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, secara tegas memberikan teguran kepada camat dan kepala desa (keuchik) di wilayahnya. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena informasi mengenai rumah tidak layak huni keluarga Zuretti justru viral di media sosial atau TikTok, bukan dari laporan resmi aparatur desa. Bupati menekankan pentingnya peran aktif pemimpin di tingkat desa untuk bertanggung jawab terhadap kondisi warganya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Tarmizi telah memerintahkan jajaran Dinas Sosial dan BPBD Aceh Barat untuk segera melakukan pendataan ulang di setiap desa. Tujuan dari pendataan ini adalah untuk memastikan tidak ada lagi warga, terutama anak yatim, yang tinggal di hunian tidak layak tanpa perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Bupati juga meminta agar seluruh aparatur desa di tingkat bawah untuk lebih proaktif dalam mendata warga yang membutuhkan bantuan. Proaktivitas ini krusial agar pemerintah dapat memberikan respons cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang memerlukan. Penekanan pada laporan langsung dari camat dan keuchik diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program bantuan sosial di Aceh Barat.

Dalam kunjungannya, Bupati Aceh Barat Tarmizi tidak datang dengan tangan kosong. Ia menyerahkan bantuan masa panik berupa kebutuhan rumah tangga dan logistik untuk meringankan beban keluarga Zuretti. Bantuan ini mencakup berbagai sarana dan uang tunai, yang diharapkan dapat membantu keluarga tersebut menghadapi kesulitan yang mereka alami.

Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Aceh Barat untuk memastikan bahwa masyarakat miskin di daerahnya tidak terlantar. Bupati menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian dan dukungan kepada warga yang membutuhkan. Kehadiran langsung Bupati dan istrinya juga menunjukkan empati serta kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat.

Diharapkan, bantuan yang disalurkan ini tidak hanya meringankan beban keluarga Zuretti secara langsung, tetapi juga menjadi pemicu bagi percepatan program penanganan rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Aceh Barat. Langkah-langkah konkret ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan hidup yang lebih layak bagi seluruh warga, terutama bagi mereka yang paling rentan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi