Wakapolri Dedi Prasetyo melakukan pemantauan arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni untuk memastikan kelancaran arus kendaraan serta kesiapan pengamanan Operasi Ketupat.
Berdasarkan hasil pemantauan udara, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Merak maupun sebaliknya terpantau relatif lancar dengan dukungan kondisi cuaca yang cukup baik. Meski demikian, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mulai terlihat di kawasan pelabuhan seiring meningkatnya volume pemudik yang akan menyeberang.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung dalam dua periode, yakni pada 24 hingga 25 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Polda Lampung bersama sejumlah pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Upaya tersebut mencakup patroli, pengawalan, serta pengaturan arus kendaraan di titik-titik krusial, terutama menuju kawasan pelabuhan.
Kesiapan juga diperkuat dengan dukungan sarana dan prasarana, seperti pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu, serta pemantauan melalui command center guna memastikan pergerakan arus lalu lintas dapat terpantau secara menyeluruh.
Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari waktu puncak jika memungkinkan, serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.