Basarnas Kendari Siagakan 147 Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara

Basarnas Kendari Siaga SAR Lebaran 2026 dengan mengerahkan 147 personel dan alutsista lengkap untuk menjamin keselamatan pemudik di Sulawesi Tenggara dari berbagai potensi ancaman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Basarnas Kendari Siagakan 147 Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara
Basarnas Kendari Siaga SAR Lebaran 2026 dengan mengerahkan 147 personel dan alutsista lengkap untuk menjamin keselamatan pemudik di Sulawesi Tenggara dari berbagai potensi ancaman. (AntaraNews)

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari menyiagakan total 147 personel khusus untuk pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini bertujuan menjamin keselamatan pemudik di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Siaga SAR Khusus ini resmi dimulai pada tanggal 13 Maret 2026 dan akan berlangsung hingga 30 Maret 2026.

Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin, menyatakan bahwa tujuan utama dari Siaga SAR Khusus Lebaran tahun ini adalah memastikan kesiapan dan efektivitas tim dalam operasi penyelamatan. Hal ini mencakup penanganan kondisi darurat atau individu yang berada dalam bahaya selama periode mudik dan arus balik.

Ratusan personel yang disiagakan nantinya akan disebar di berbagai titik strategis. Penempatan ini meliputi KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Pos SAR Baubau, Pos SAR Kolaka, Pos SAR Konawe Utara, serta Unit Siaga SAR Muna. Awak kapal di KN SAR Pacitan, RB 210, dan RB 307 juga dalam posisi siap siaga.

Fokus Utama dan Potensi Ancaman Siaga SAR Lebaran

Pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 oleh Basarnas Kendari memiliki fokus utama pada kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap kondisi darurat. Tujuannya adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik. Kesiapan tim SAR sangat krusial dalam menghadapi berbagai insiden yang mungkin terjadi.

Amiruddin menjelaskan bahwa tim di lapangan mewaspadai beberapa potensi ancaman serius. Ancaman tersebut mencakup bencana hidrometeorologi seperti banjir, gelombang tinggi, tanah longsor, dan angin puting beliung. Perubahan cuaca ekstrem seringkali menjadi pemicu utama insiden selama musim mudik.

Selain itu, potensi bencana geologi juga menjadi perhatian serius Basarnas Kendari. Ini termasuk gempa bumi dan tsunami yang dapat menimbulkan dampak luas. Kecelakaan transportasi, baik di laut, udara, maupun darat, juga menjadi fokus utama dalam operasi ini.

Kondisi membahayakan manusia di lokasi-lokasi wisata juga tidak luput dari pengawasan. Banyak masyarakat yang memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berwisata. Oleh karena itu, pengawasan di area publik dan tempat rekreasi ditingkatkan guna mencegah insiden yang tidak diinginkan selama libur Lebaran.

Penempatan Personel dan Dukungan Alutsista Basarnas Kendari

Sebanyak 147 personel Basarnas Kendari akan ditempatkan di lokasi-lokasi vital di Sulawesi Tenggara. Penempatan ini mencakup KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Pos SAR Baubau, Pos SAR Kolaka, Pos SAR Konawe Utara, dan Unit Siaga SAR Muna. Awak kapal di KN SAR Pacitan, RB 210, dan RB 307 juga dalam posisi siap siaga penuh.

Untuk mendukung mobilitas dan evakuasi, Basarnas Kendari mengerahkan kekuatan penuh alutsista. Armada air terdiri dari tiga unit kapal besar, enam unit RIB, 10 unit perahu karet, dan dua unit jet ski. Ketersediaan alutsista ini memastikan respons cepat di perairan, terutama di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara.

Sarana darat yang disiapkan meliputi sembilan unit mobil penyelamat, enam unit truk personel, 10 unit Rescue Trail, dan tiga unit ATV. Selain itu, terdapat satu unit ambulans, satu unit Rescue Truck, serta empat set peralatan SAR darat. Peralatan ini vital untuk operasi di daratan dan medan yang sulit.

Peralatan pendukung lainnya juga disiapkan secara komprehensif. Ini termasuk peralatan medis, evakuasi, ekstrikasi (penanganan kecelakaan terjepit), alat selam, dan perangkat keselamatan lainnya. Kelengkapan ini menunjang berbagai jenis operasi penyelamatan yang mungkin terjadi selama periode siaga.

Titik Pengawasan dan Imbauan Keselamatan Mudik

Pengawasan ketat akan dilakukan di berbagai simpul transportasi massa dan objek wisata. Pelabuhan Nusantara Kendari, Feri Kendari, Panggulu Belo Wanci, Wawonii, Torobulu, Murhum, Raha, Penyeberangan Kolaka-Bajoe, dan Pelabuhan Tobaku menjadi prioritas. Titik-titik ini merupakan jalur utama pergerakan pemudik dan seringkali padat.

Selain pelabuhan, bandara-bandara juga menjadi fokus pengawasan Basarnas Kendari. Bandara Haluoleo Konawe Selatan, Betoambari Baubau, Matahora Wakatobi, dan Sangia Nibandera di Kolaka akan dipantau secara intensif. Terminal angkutan darat juga tidak luput dari perhatian untuk memastikan kelancaran dan keamanan.

Berbagai tempat wisata yang tersebar di Kendari, Kolaka, Baubau, Wakatobi, Konawe Utara, dan Muna juga akan diawasi. Peningkatan aktivitas pengunjung di lokasi wisata memerlukan perhatian khusus. Hal ini untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan selama libur Lebaran.

Amiruddin mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk selalu mengutamakan keselamatan. Pemudik juga diminta untuk memantau prakiraan cuaca secara berkala sebelum melakukan perjalanan. Seluruh personel Basarnas Kendari akan berupaya maksimal memberikan rasa aman selama perayaan Idul Fitri tahun ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi