Petugas Temukan Bus Tak Laik Jalan di Terminal Tanjung Priok Jelang Mudik Lebaran 2026

Jelang arus mudik Idul Fitri 1447 H, pemeriksaan di Terminal Tanjung Priok masih menemukan bus tak laik jalan, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan angkutan Lebaran 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Petugas Temukan Bus Tak Laik Jalan di Terminal Tanjung Priok Jelang Mudik Lebaran 2026
Jelang arus mudik Idul Fitri 1447 H, pemeriksaan di Terminal Tanjung Priok masih menemukan bus tak laik jalan, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan angkutan Lebaran 2026. (AntaraNews)

Petugas Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) menemukan sejumlah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang tidak laik jalan. Penemuan ini terjadi di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (14/3). Pemeriksaan ini dilakukan dalam rangka persiapan menghadapi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi, menyatakan bahwa pemeriksaan uji petik atau "ramp check" ini merupakan bagian dari upaya memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan mudik. Dari lima unit bus yang diperiksa oleh UP PKB Cilincing, dua di antaranya dinyatakan tidak memenuhi standar kelayakan operasi. Hal ini menunjukkan masih adanya kendaraan yang belum siap mengangkut pemudik.

Bus-bus yang tidak laik jalan tersebut berasal dari Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya dan PO Agramas, dengan berbagai masalah teknis dan administratif. Temuan ini langsung ditindaklanjuti dengan instruksi kepada perusahaan otobus terkait untuk segera melakukan penggantian atau perbaikan kendaraan. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi risiko kecelakaan selama perjalanan mudik.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung, UP PKB Cilincing mengidentifikasi dua bus AKAP yang tidak memenuhi standar kelayakan operasional. Bus PO Sinar Jaya, yang melayani rute Jakarta menuju Surabaya, kedapatan tidak dilengkapi kartu pengawasan yang berlaku. Selain itu, pintu darurat bus tersebut juga tidak dapat berfungsi dengan baik, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan penumpang.

Sementara itu, bus PO Agramas dengan tujuan Jakarta ke Pacitan juga ditemukan memiliki masalah krusial. Bus ini tidak dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sebuah perlengkapan wajib untuk penanganan darurat kebakaran. Sama seperti bus Sinar Jaya, pintu darurat pada bus Agramas juga tidak beroperasi optimal, menghambat proses evakuasi jika terjadi insiden.

Menanggapi temuan ini, Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Sandi, menegaskan bahwa pihak terminal telah menindaklanjuti dengan meminta perusahaan otobus untuk segera mengganti unit bus yang tidak laik jalan. Alternatifnya, perbaikan menyeluruh harus dilakukan agar bus tersebut memenuhi standar keselamatan sebelum diizinkan beroperasi kembali. Penegasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya bus yang benar-benar aman yang melayani pemudik.

Selain pemeriksaan kendaraan, Terminal Tanjung Priok juga memastikan kesiapan fasilitas pendukung untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Sandi menyatakan bahwa seluruh bus AKAP yang masuk ke terminal wajib mengikuti proses pemeriksaan kelayakan. Ini termasuk pemeriksaan kondisi kesehatan para pengemudi yang akan mengantarkan penumpang, guna memastikan mereka dalam kondisi prima selama perjalanan jauh.

Pihak terminal juga bekerja sama dengan puskesmas setempat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk membuka posko kesehatan. Posko ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan tes urine bagi pengemudi, sebagai upaya preventif terhadap penyalahgunaan narkoba yang dapat membahayakan keselamatan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen terminal dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pemudik.

Sandi juga mengimbau masyarakat yang akan mudik agar selalu memperhatikan aspek keamanan selama perjalanan. Pemudik disarankan untuk memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan dan menghindari pemakaian perhiasan mencolok saat bepergian. Dengan persiapan yang matang dari pihak terminal dan kewaspadaan pemudik, diharapkan arus mudik di Terminal Tanjung Priok dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi