Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sosial Rp17,49 Miliar di Madiun untuk Perkuat Bantalan Ekonomi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai macam bantuan sosial senilai Rp17,49 miliar di Madiun, menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat bantalan sosial dan ekonomi bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sosial Rp17,49 Miliar di Madiun untuk Perkuat Bantalan Ekonomi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai macam bantuan sosial senilai Rp17,49 miliar di Madiun, menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat bantalan sosial dan ekonomi bagi masyarakat, terutama kelompok rentan. (AntaraNews)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan berbagai bantuan sosial dan tali asih pilar sosial kepada masyarakat Kabupaten dan Kota Madiun dengan total nilai mencapai Rp17,49 miliar. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat bantalan sosial dan ekonomi. Khususnya, bantuan ini ditujukan bagi kelompok masyarakat yang rentan di wilayah tersebut.

Total bantuan yang disalurkan terbagi untuk dua daerah, yaitu Rp1,479 miliar untuk Kota Madiun dan Rp16,020 miliar untuk Kabupaten Madiun. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan warga.

Rincian Bantuan Sosial di Kota Madiun

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial menyalurkan berbagai bantuan sosial di Kota Madiun dengan alokasi total Rp1.479.600.000. Bantuan ini mencakup beberapa program penting untuk mendukung masyarakat.

Program Bantuan PKH Plus diberikan kepada 506 keluarga penerima manfaat senilai Rp1.012.000.000. Selain itu, bantuan kemiskinan ekstrem sebesar Rp162.000.000 disalurkan kepada 108 jiwa yang membutuhkan.

Sebanyak 58 penyandang disabilitas juga menerima bantuan senilai Rp208.800.000, serta satu penerima KIP PPKS Jawara mendapatkan Rp3.000.000. Dukungan operasional senilai Rp93.800.000 turut diberikan kepada 40 pilar sosial, termasuk SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.

Alokasi Bantuan dan Pemberdayaan di Kabupaten Madiun

Di Kabupaten Madiun, total alokasi bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat mencapai Rp16.020.200.000. Angka ini menunjukkan skala intervensi yang lebih besar dibandingkan Kota Madiun.

Program PKH Plus di Kabupaten Madiun menjangkau 2.112 keluarga dengan nilai Rp4.224.000.000. Bantuan kemiskinan ekstrem sebesar Rp834.000.000 disalurkan kepada 556 jiwa.

Selain itu, 214 buruh pabrik rokok menerima bantuan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp214.000.000. Bantuan untuk 194 penyandang disabilitas mencapai Rp698.400.000, dan 12 penerima KIP PPKS Jawara mendapatkan Rp36.000.000.

Program permakanan bagi lembaga kesejahteraan sosial diberikan kepada 32 penerima senilai Rp146.400.000. Dukungan juga diberikan kepada 141 pilar sosial di Kabupaten Madiun dengan total bantuan sebesar Rp304.400.000.

Dukungan Tambahan dan Pembangunan Infrastruktur

Selain bantuan sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan zakat produktif kepada 50 penerima senilai Rp25.000.000. Program pemberdayaan desa melalui BUMDes, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa juga mendapatkan anggaran total Rp838.000.000.

Dukungan lintas perangkat daerah untuk pembangunan desa mencapai Rp8.700.000.000. Dana ini mencakup berbagai sektor, seperti pemberdayaan masyarakat dan desa, perindustrian dan perdagangan, perumahan dan kawasan permukiman, infrastruktur jalan, kebudayaan dan pariwisata, hingga sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Gubernur Khofifah juga menyerahkan 250 drum aspal kepada Pemerintah Kabupaten Madiun sebagai bentuk dukungan perbaikan infrastruktur jalan. Beliau menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat rentan dan mengatasi kemiskinan ekstrem.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi