Situasi keamanan di Dogiyai dan sekitarnya dilaporkan relatif kondusif setelah insiden penyerangan yang menargetkan mobil tangki BBM dan truk pengangkut logistik. Kendaraan-kendaraan tersebut hendak melintas menuju Wagete saat insiden terjadi. Kapolres Dogiyai, Kompol Y. Mince Mayor, mengonfirmasi kondisi terkini ini kepada ANTARA dari Jayapura.
Insiden penyerangan ini bermula dari keributan di pasar Ikebo pada Selasa (3/3), yang kemudian meluas menjadi pemalangan jalan dan pelemparan kendaraan. Ketegangan memuncak hingga Mapolres Dogiyai turut menjadi sasaran penyerangan. Pihak kepolisian setempat terpaksa meminta bantuan personel tambahan untuk mengendalikan situasi.
Berkat bantuan dari Polres Paniai dan Polres Deiyai, situasi berhasil dikendalikan dan berangsur normal. Meskipun pada Rabu siang (4/3) aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih, malam harinya kegiatan keagamaan seperti shalat tarawih dapat dilaksanakan. Kendaraan yang sempat dipalang kini telah kembali setelah menyelesaikan pengiriman logistiknya.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Insiden di Pasar Ikebo
Aksi penyerangan di Dogiyai dipicu oleh keributan yang terjadi di pasar Ikebo pada Selasa (3/3) sore. Menurut laporan yang diterima, insiden bermula ketika seorang warga yang diduga dalam keadaan mabuk meminta rokok di sebuah kios.
Tak berhenti di situ, warga tersebut kemudian mengambil beras dari kios sebelahnya sambil mengancam pemiliknya menggunakan sebilah parang. Keributan pun tak terhindarkan, dan pelaku bersama rekannya segera melarikan diri membawa beras yang diambil dari warung.
Peristiwa ini dengan cepat memicu reaksi dari sekelompok warga lainnya. Mereka kemudian melakukan pemalangan jalan dan pelemparan terhadap kendaraan yang mencoba melintas menuju Wagete. Insiden kecil ini dengan cepat berkembang menjadi masalah yang lebih besar, mengganggu ketertiban umum.
Advertisement
Advertisement
Eskalasi Ketegangan dan Penyerangan Mapolres
Setelah keributan di pasar Ikebo, ketegangan di Dogiyai meningkat drastis. Sekelompok warga tidak hanya memalang jalan dan melempari kendaraan, tetapi juga melancarkan penyerangan terhadap Mapolres Dogiyai.
Penyerangan terhadap kantor polisi ini dilakukan dengan menggunakan batu hingga senjata untuk berburu, menunjukkan tingkat agresivitas massa. Kapolres Dogiyai, Kompol Mince Mayor, menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat menangani kasus tersebut sendirian karena Mapolres juga diserang.
Situasi genting ini memaksa Polres Dogiyai untuk meminta bantuan penambahan personel dari Polres Paniai dan Polres Deiyai. Kedatangan bantuan ini menjadi krusial dalam meredakan situasi dan mengamankan fasilitas kepolisian serta area sekitar.
Advertisement
Advertisement
Pemulihan Keamanan dan Aktivitas Masyarakat
Berkat respons cepat dan bantuan dari Polres Paniai serta Polres Deiyai, situasi keamanan di Dogiyai berangsur pulih. Meskipun pada Rabu siang (4/3) masyarakat masih enggan beraktivitas normal dan memilih tetap di rumah, tanda-tanda normalisasi mulai terlihat.
Pada malam hari yang sama, kegiatan keagamaan seperti shalat tarawih dapat dilaksanakan di masjid, menandakan kembalinya rasa aman di tengah masyarakat. Ini menjadi indikator positif bahwa ketegangan telah mereda dan kehidupan sosial mulai berjalan kembali.
Kompol Mince Mayor juga mengonfirmasi bahwa kendaraan pengangkut BBM dan logistik yang sempat dipalang dan dilempari kini telah kembali ke Nabire. Kendaraan-kendaraan tersebut berhasil menurunkan barang bawaannya ke Wagete, Kabupaten Deiyai, maupun ke Enarotali, ibukota Kabupaten Paniai, setelah dikawal ketat saat melintas di wilayah hukum Polres Dogiyai.
Advertisement
Sumber: AntaraNews