Ratusan umat Islam di Kuala Lumpur, Malaysia, telah menunaikan shalat Tarawih pertama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Ibadah istimewa ini berlangsung di Masjid Negara, Kuala Lumpur, pada Rabu, 18 Februari 2026. Shalat Tarawih perdana ini menandai dimulainya bulan suci bagi umat Muslim di wilayah tersebut.
Shalat Tarawih di Masjid Negara dimulai sekitar pukul 21.00 Waktu Malaysia dan dipimpin oleh Imam Ahmad Mujahid bin Salleh Sani. Ibadah sunnah muakkad ini dilaksanakan sebanyak 20 rakaat, diikuti oleh para jamaah dengan penuh kekhusyukan. Mereka memenuhi ruang utama masjid, menciptakan suasana ibadah yang mendalam.
Pelaksanaan Tarawih perdana ini menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk memulai rangkaian ibadah di bulan Ramadhan. Antusiasme jamaah menunjukkan semangat keagamaan yang tinggi dalam menyambut bulan penuh berkah. Mereka menikmati kenyamanan dan keindahan arsitektur Masjid Negara.
Advertisement
Advertisement
Kekhusyukan dan Kenyamanan Beribadah di Masjid Negara
Para jamaah yang memadati ruang utama Masjid Negara tampak menjalani ibadah shalat sunnah muakkad tersebut dengan khusyuk. Suasana tenang dan damai menyelimuti area shalat, memungkinkan setiap individu fokus pada ibadahnya. Shalat Tarawih ini selesai sekitar pukul 23.00 Waktu Malaysia, memberikan pengalaman spiritual yang mendalam.
Banyak jamaah mengungkapkan kepuasan mereka beribadah di Masjid Negara, terutama karena lokasinya yang strategis dan lingkungan masjid yang nyaman. Rafiuddin, seorang jamaah asal Kuala Lumpur, menyatakan, "Senang shalat di sini, karena tempatnya bagus dan nyaman. Imamnya juga suaranya merdu."
Keindahan arsitektur masjid juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Eizral Eizarel Ezrin mengaku sengaja datang bersama keluarga karena pesona Masjid Negara. "Masjid Negara sangat cantik (indah). Saya datang dengan keluarga, dengan pakcik dan makcik," serunya.
Advertisement
Abdul Rasyid menambahkan bahwa Masjid Negara adalah salah satu tujuan utama shalat Tarawih bagi umat Islam di Kuala Lumpur. "Lokasi terletak di tengah bandar (kota) dan saya duduk (tinggal) berdekatan dengan Masjid Negara. Transportasi mudah, tempat parkir luas, saya terbiasa di sini," kata Abdul Rasyid, menyoroti kemudahan akses.
Advertisement
Arsitektur Megah dan Kapasitas Luas Masjid Negara
Masjid Negara, yang dibangun sejak tahun 1963, dikenal dengan arsitektur bangunannya yang megah dan atap biru khasnya yang ikonik. Desainnya yang unik memadukan elemen modern dan tradisional, menjadikannya salah satu landmark penting di Kuala Lumpur. Keindahan visual masjid ini menambah kekhusyukan ibadah Tarawih Masjid Negara Kuala Lumpur.
Dengan kapasitas tampung jamaah sebanyak 15.000 orang, Masjid Negara mampu menampung ribuan umat Muslim secara bersamaan. Luasnya area ibadah memastikan para jamaah dapat melaksanakan shalat tanpa berdesak-desakan. Hal ini sangat penting, terutama saat momen-momen puncak ibadah seperti Tarawih di bulan Ramadhan.
Ketersediaan ruang yang memadai memungkinkan setiap jamaah untuk beribadah dengan tenang dan nyaman. Fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas juga menjadi nilai tambah bagi para pengunjung. Kenyamanan ini berkontribusi pada pengalaman spiritual yang lebih baik bagi umat Muslim yang datang.
Advertisement
Lokasi strategis di tengah kota juga memudahkan akses bagi warga dari berbagai penjuru Kuala Lumpur. Kombinasi antara arsitektur menawan, kapasitas besar, dan aksesibilitas menjadikan Masjid Negara pilihan favorit untuk shalat Tarawih. Ini memperkuat posisinya sebagai pusat kegiatan keagamaan penting.
Sumber: AntaraNews