Korban Banjir Tapsel Tarawih Perdana di Masjid Rusak, Semangat Ibadah Tak Padam

Di tengah puing sisa bencana, korban Banjir Tapsel Tarawih perdana di masjid yang rusak. Kisah keteguhan iman warga Tapanuli Selatan ini membangkitkan harapan dan solidaritas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Korban Banjir Tapsel Tarawih Perdana di Masjid Rusak, Semangat Ibadah Tak Padam
Meski dilanda bencana banjir bandang, warga Muhammadiyah di Tapanuli Selatan tetap melaksanakan shalat Tarawih perdana. Semangat Korban Banjir Tapsel Tarawih ini menunjukkan keteguhan iman di tengah keterbatasan. (AntaraNews)

Warga Muhammadiyah di Desa Garoga, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, melaksanakan shalat tarawih perdana secara berjamaah pada Selasa malam. Ibadah ini dilakukan di masjid setempat yang masih dalam kondisi rusak parah akibat terjangan banjir bandang. Peristiwa ini menunjukkan keteguhan iman di tengah cobaan bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Meskipun banyak rumah hancur dan sebagian besar warga mengungsi, sejumlah penduduk yang masih bisa menempati kediamannya memilih untuk tetap menjalankan ibadah tarawih. Mereka berkumpul di Masjid Taqwa Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, yang sebelumnya diterjang banjir bandang pada November 2025. Kondisi masjid yang ala kadarnya tidak menyurutkan semangat mereka.

Banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu telah menyebabkan kerusakan parah di Desa Garoga, dengan sebagian besar permukiman rata dengan tanah. Namun, semangat kebersamaan dan keinginan untuk beribadah tetap menyala, menjadi simbol harapan bagi masyarakat yang terdampak.

Keteguhan Iman di Tengah Puing Bencana

Bencana banjir bandang pada November 2025 meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Garoga, Tapsel. Banyak rumah hancur dan tidak layak huni, memaksa sebagian besar penduduk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, datangnya bulan suci Ramadhan membawa semangat baru bagi mereka yang terdampak.

Meskipun menghadapi kesulitan, warga Muhammadiyah di Desa Garoga tetap bertekad melaksanakan ibadah shalat tarawih berjamaah. Mereka memanfaatkan sisa-sisa bangunan Masjid Taqwa yang masih berdiri, meski dalam kondisi rusak berat. Ini adalah bukti nyata bahwa iman dan spiritualitas menjadi pegangan kuat di masa-masa sulit.

Shalat tarawih perdana ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi dan saling menguatkan antarwarga. Kebersamaan dalam ibadah diharapkan dapat memberikan ketenangan batin dan motivasi untuk bangkit kembali. Kondisi masjid yang rusak tidak menghalangi niat tulus mereka untuk beribadah.

Gotong Royong Memulihkan Sarana Ibadah

Tidak hanya di Desa Garoga, semangat serupa juga terlihat di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru. Warga Muhammadiyah di sana juga menggelar shalat tarawih berjamaah perdana. Namun, kondisi masjid di Desa Huta Godang jauh lebih baik berkat upaya gotong royong.

Sebelumnya, personel TNI bersama masyarakat setempat bahu-membahu memperbaiki dan membersihkan masjid di Desa Huta Godang. Upaya ini dilakukan secara khusus untuk menyambut bulan Ramadhan 1447 Hijriah, memastikan tempat ibadah nyaman digunakan. "Perbaikan yang kami lakukan ini untuk menyambut Ramadhan supaya masyarakat nyaman ketika ingin beribadah," kata Prajurit Dua (Prada) Akbar Maulana.

Perbaikan Masjid Taqwa Muhammadiyah di Desa Huta Godang melibatkan sekitar 10 anggota TNI dan warga lokal. Kolaborasi ini menunjukkan solidaritas yang tinggi dalam menghadapi dampak bencana. Kegiatan ini juga menjadi contoh positif bagaimana komunitas dapat bersatu untuk memulihkan fasilitas penting.

Melalui kerja keras dan semangat kebersamaan, masjid di Desa Huta Godang kini siap digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah selama Ramadhan. Hal ini memberikan harapan bahwa fasilitas umum lainnya juga bisa segera dipulihkan. Semangat gotong royong ini patut diapresiasi sebagai wujud kepedulian bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi