Universitas Bengkulu (Unib) dan Pertamina Foundation telah mengukuhkan kerja sama strategis untuk memperkuat upaya rehabilitasi dan konservasi kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) di Hutan Lindung Bukit Daun Kemumu, Kabupaten Bengkulu Utara. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi KHDTK sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, sekaligus mewujudkan komitmen nasional terhadap pelestarian lingkungan.
Kerja sama ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan kesepakatan di Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026, yang merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah disepakati pada November 2025. Fokus utama dari inisiatif ini adalah rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi di kawasan KHDTK Diklat Unib yang memiliki luas lebih dari 217 hektare, sebagaimana telah ditetapkan oleh kementerian terkait.
Program yang akan dijalankan mencakup pengayaan tanaman kehutanan dan Multi Purposes Tree Species pada area seluas sekitar 12 hektare. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan serapan karbon, mempercepat pemulihan tutupan hutan, serta mendukung potensi hasil hutan kayu dan non-kayu yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Wakil Rektor IV Unib, Ashar Muda Lubis, menyatakan bahwa kerja sama ini memungkinkan Unib untuk terlibat langsung dalam komitmen nasional pelestarian lingkungan. Melalui kemitraan ini, upaya rehabilitasi dan fungsi KHDTK sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian dapat berjalan lebih optimal.
Kawasan KHDTK Diklat Unib di Bukit Daun Kemumu memegang peran vital sebagai laboratorium alam. Fasilitas ini mendukung berbagai kegiatan akademik dan riset yang relevan dengan konservasi dan pengelolaan sumber daya hutan. Kolaborasi dengan Pertamina Foundation memperkuat fungsi kawasan ini dengan pendekatan rehabilitasi ekosistem berbasis pendidikan.
Peningkatan kualitas lingkungan melalui program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Tidak hanya bagi ekosistem lokal, tetapi juga bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan kesejahteraan dan kualitas udara.
Advertisement
Advertisement
Ketua Yayasan Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, menegaskan bahwa Unib telah menjadi bagian penting dalam upaya Pertamina mencapai target Net Zero Emission dan NDC (Nationally Determined Contribution) pada tahun 2030. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas udara, kesejahteraan masyarakat, dan memperpanjang keberlanjutan bumi.
Program rehabilitasi hutan lahan (RHL) dan konservasi ini merupakan bagian integral dari kontribusi Indonesia terhadap agenda iklim global, termasuk inisiatif karbon biru dan dukungan pada komitmen G20. Kerja sama ini juga menjadi implementasi konkret dari komitmen terhadap NDC yang diamanatkan dalam Paris Agreement.
Langkah kecil yang dilakukan di lereng Bukit Daun ini dianggap Unib sebagai bagian dari ikhtiar besar untuk menjaga napas bumi. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pelestarian lingkungan, tidak hanya di Bengkulu tetapi juga dalam skala yang lebih luas.
Advertisement
Advertisement
Fokus kerja sama diarahkan pada rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi di kawasan KHDTK Diklat Unib. Kawasan seluas lebih dari 217 hektare ini telah ditetapkan sebagai KHDTK berdasarkan keputusan kementerian terkait, menunjukkan pentingnya area ini untuk tujuan konservasi dan akademik.
Program pengayaan vegetasi pada sekitar 12 hektare akan melibatkan penanaman spesies pohon kehutanan dan Multi Purposes Tree Species. Pemilihan spesies ini didasarkan pada kemampuannya untuk meningkatkan serapan karbon dan mempercepat pemulihan tutupan hutan.
Selain manfaat ekologis, program ini juga berpotensi mendukung hasil hutan kayu dan non-kayu yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan yang bertanggung jawab, yang tidak hanya berfokus pada konservasi tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya secara lestari untuk kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews