Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono Mundur, Ajukan Pensiun Dini karena Sakit Mata

Daryono BMKG Mundur dari jabatan Direktur Gempa dan Tsunami serta mengajukan pensiun dini. Keputusan ini diambil karena masalah kesehatan, namun ia tetap berkomitmen edukasi publik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Direktur Gempa dan Tsunami BMKG Daryono Mundur, Ajukan Pensiun Dini karena Sakit Mata
Pasca gempa M5,7 di Banyuwangi, BMKG mencatat 24 gempa susulan. Waspada tetap perlu, namun yang terbesar hanya M3,6. Apa dampaknya dan bagaimana kesiapsiagaan masyarakat? (Merdeka.com)

Jakarta – Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, telah mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini diikuti dengan pengajuan pensiun dini dari institusi yang telah lama ia layani. Pengumuman tersebut disampaikan Daryono pada Sabtu (14/2/2026) di Jakarta, setelah secara resmi mengajukan permohonan kepada Pimpinan BMKG pada Jumat (13/2/2026) malam.

Pengunduran diri Daryono BMKG ini disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mengharuskannya menjalani perawatan medis. Ia mengungkapkan bahwa dirinya menderita distrofi kornea, sebuah penyakit mata yang memerlukan perhatian khusus. Saat ini, Daryono sedang mengambil cuti dinas sebelum secara resmi memasuki masa pensiun dini.

Meskipun tidak lagi menjabat, Daryono menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam edukasi publik. Ia berjanji akan tetap aktif memberikan informasi seputar kegempaan dan kebencanaan. Hal ini sebagai wujud tanggung jawab keilmuan dan moral di Indonesia yang dikenal rawan bencana alam.

Daryono BMKG secara terbuka menyampaikan alasannya mengundurkan diri dan mengajukan pensiun dini. Kondisi kesehatan, khususnya penyakit mata distrofi kornea, menjadi faktor utama di balik keputusannya tersebut. Ia saat ini sedang dalam masa cuti dinas untuk fokus pada perawatan medis yang diperlukan.

Pengumuman resmi pengunduran diri ini dilakukan pada Sabtu (14/2/2026) melalui grup komunikasi media kebencanaan. Daryono berharap media tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam pemberitaan ke depan. Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa statusnya sebagai pegawai BMKG masih berlaku hingga 1 Mei 2026.

Langkah ini menunjukkan profesionalisme Daryono dalam mengelola transisi jabatannya. Keputusan ini juga memberikan kejelasan kepada publik dan media mengenai statusnya. Ia memastikan bahwa informasi yang disampaikan tetap akurat dan tidak menimbulkan kebingungan.

Meskipun Daryono BMKG tidak lagi menjabat sebagai direktur, komitmennya terhadap edukasi publik tidak surut. Ia menyatakan akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator di bidang kebencanaan. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab keilmuan, edukasi, dan moralnya.

Daryono dikenal luas sebagai figur utama yang aktif menyampaikan informasi gempa bumi dan potensi tsunami kepada masyarakat. Ia kerap membagikan analisis ilmiah melalui berbagai kanal, termasuk media sosial pribadinya. Kontribusinya sangat vital dalam meningkatkan kesadaran bencana di Indonesia.

Ia berharap dapat terus menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat. Daryono juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan sinergi yang telah terjalin baik selama ini. Dedikasinya terhadap mitigasi bencana tetap menjadi prioritas utama.

Daryono, pria kelahiran Semarang pada 21 Februari 1971, memiliki rekam jejak pendidikan dan karier yang cemerlang di bidang meteorologi dan geofisika. Ia merupakan lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) angkatan 1993. Pendidikan tingginya berlanjut hingga meraih gelar sarjana Meteorologi dan Geofisika dari Universitas Indonesia pada tahun 2000.

Kemudian, ia menyelesaikan pendidikan magister dari Universitas Udayana pada tahun 2002. Puncak pendidikannya diraih dengan gelar doktor Ilmu Geografi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2006. Latar belakang pendidikan yang kuat ini menjadi fondasi keahliannya.

Karier Daryono di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah III Denpasar. Sejak tahun 2005, ia aktif sebagai peneliti geofisika dan menduduki sejumlah jabatan strategis. Puncaknya, ia diangkat sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada tahun 2022, sebelum akhirnya Daryono BMKG memutuskan untuk pensiun dini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi