Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyampaikan pesan budaya lokal Siri’ na Pacce saat perayaan Hari Kelahiran Sri Baginda Kaisar Jepang di Makassar. Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.
Dalam pidatonya pada Jumat (13/2), Wagub Fatmawati menyoroti pentingnya menjaga kehormatan dan solidaritas sosial, nilai-nilai yang juga tercermin dalam penghormatan terhadap pemimpin. Pesan Siri’ na Pacce ini disampaikan di hadapan para tamu undangan dan perwakilan dari Konsulat Jepang.
Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, turut hadir dan mengajak semua pihak mendoakan kesehatan Kaisar Jepang serta kemakmuran kedua negara. Perayaan ini sekaligus menjadi ajang apresiasi atas dukungan lintas sektor terhadap kerja sama yang telah terjalin.
Advertisement
Advertisement
Menjaga Kehormatan dan Solidaritas Melalui Siri’ na Pacce
Wagub Fatmawati Rusdi menggarisbawahi filosofi Siri’ na Pacce sebagai inti dari budaya Sulawesi Selatan. Konsep ini menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri dan solidaritas dalam masyarakat. Baginya, menghormati pemimpin adalah bagian integral dari menjaga tatanan sosial yang harmonis.
Ia menjelaskan bahwa penghormatan ini tidak berarti tanpa kritik, melainkan dilakukan dengan adab, etika, dan rasa tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa pemimpin yang dihormati adalah mereka yang membawa manfaat nyata bagi rakyat.
Fatmawati juga membandingkan nilai ini dengan penghormatan bangsa Jepang terhadap Kaisar Jepang mereka. Kaisar dianggap sebagai simbol persatuan, keteladanan, dan kesinambungan nilai-nilai luhur yang diwariskan lintas generasi. Penghormatan tersebut tidak hanya terkait jabatan, tetapi juga marwah, wibawa, dan nilai kebangsaan.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Terhadap Jepang dan Fondasi Kemitraan Kuat
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan menyampaikan apresiasinya kepada Jepang sebagai bangsa yang unik. Jepang dinilai mampu memadukan penghormatan terhadap tradisi kuno dengan tata kelola pemerintahan modern yang efektif. Disiplin, profesionalisme, dan orientasi pada kesejahteraan rakyat menjadi ciri khas Jepang.
Menurut Fatmawati, hubungan antara Jepang dan Indonesia, termasuk dengan Provinsi Sulawesi Selatan, dibangun di atas fondasi yang kokoh. Hubungan ini didasari oleh rasa saling menghormati dan kepercayaan yang telah terjalin erat selama bertahun-tahun. Ini menunjukkan kuatnya kemitraan kedua belah pihak.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kemitraan strategis ini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja nyata yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi seluruh masyarakat. Kemitraan yang kuat ini diharapkan terus berkembang.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lingkungan dan Peran Generasi Muda
Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Ohashi Koichi, menyoroti salah satu bentuk kerja sama konkret antara kedua negara. Saat ini, Kota Maniwa di Jepang dan Kota Makassar sedang berkolaborasi dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan. Proyek ini bertujuan untuk mewujudkan kota rendah karbon (low carbon city).
Kerja sama ini menjadi semakin relevan mengingat komitmen kuat Jepang dan Indonesia dalam mencapai target karbon netral global. Inisiatif semacam ini menunjukkan upaya nyata kedua negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan memperkuat kemitraan yang ada.
Ohashi juga menyampaikan optimisme terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan terus meningkat. Ia menekankan potensi bonus demografi hingga tahun 2044, di mana generasi muda Indonesia dan Jepang akan memegang peran strategis dalam memperkuat kemitraan masa depan kedua negara. Duta Besar Jepang senantiasa mendorong Indonesia menjadi negara maju.
Advertisement
Sumber: AntaraNews