Dari Kelas ke Dunia Nyata, VCI Redea Institute Asah Naluri Bisnis Generasi Z

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 60 persen populasi Indonesia pada periode tersebut akan berada pada usia produktif (15–64 tahun).

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Dari Kelas ke Dunia Nyata, VCI Redea Institute Asah Naluri Bisnis Generasi Z
Dari Kelas ke Dunia Nyata, VCI Redea Institute Asah Naluri Bisnis Generasi Z (Merdeka.com)

Di tengah tantangan Bonus Demografi yang diproyeksikan memuncak pada 2030–2040, berbagai pihak mendorong lahirnya generasi muda yang tak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Redea Institute menghadirkan program simulasi bisnis Virtual Company Indonesia (VCI) sebagai jembatan antara teori pendidikan dan praktik dunia usaha nyata.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 60 persen populasi Indonesia pada periode tersebut akan berada pada usia produktif (15–64 tahun). Namun, rasio kewirausahaan nasional saat ini baru mencapai 3,47 persen, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM. Untuk menjadi negara maju pada 2040, Indonesia diperkirakan membutuhkan rasio wirausaha ideal sebesar 12 persen. Kesenjangan ini menegaskan urgensi penguatan pendidikan kewirausahaan sejak dini.

Redea Institute yang sebelumnya dikenal sebagai HighScope Indonesia Institute mengembangkan VCI sebagai platform simulasi bisnis bagi siswa SMA dan SMK. Program tahunan ini diawali dengan babak penyisihan Business Plan Competition pada 28–29 Januari 2026 di HighScope Indonesia TB Simatupang dan mencapai puncaknya pada babak final yang digelar hari ini.

Sejumlah Sekolah

Peserta tahun ini berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.

Dalam kompetisi tersebut, setiap perusahaan virtual mempresentasikan rencana bisnis sekaligus menguji kompetensi manajerial di hadapan dewan juri yang terdiri dari praktisi industri.

Founder & CEO Redea Institute, Antarina menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini bukan pada kurangnya informasi, melainkan kurangnya implementasi.

"Tantangan terbesar dalam pendidikan saat ini bukan tentang minimnya informasi, tetapi minimnya implementasi. Dunia nyata membutuhkan keberanian mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Di sinilah peran Redea Institute sebagai jembatan penghubung," ujar Antarina dalam sambutannya.

Transformasi Pendidikan Vokasi di Jakarta

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menyebut program seperti VCI sejalan dengan agenda transformasi pendidikan vokasi di Jakarta.

"Riset dari University of Arizona menunjukkan bahwa siswa yang aktif dalam kompetisi bisnis memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk sukses membangun usaha dan memperoleh penghasilan lebih tinggi. Program ini selaras dengan strategi transformasi pendidikan melalui sinergi dan kolaborasi industri,” ungkapnya.

Dewan juri yang terdiri dari Syukriyatun Ni’amah (Founder & CEO Robries), Erwin Octavia (Founder Makeblock Indonesia), dan Jacky Mussry (Vice Chancellor MarkPlus Institute) menilai ide-ide peserta menunjukkan orientasi kuat pada keberlanjutan dan ESG (Environmental, Social, Governance).

Syukriyatun menyoroti inovasi siswa yang mengolah minyak jelantah menjadi produk kain ramah lingkungan. Sementara Erwin Octavia mengapresiasi kedalaman analisis bisnis yang disusun peserta SMA dan SMK. Jacky Mussry bahkan menyebut orientasi keberlanjutan telah terintegrasi dalam model bisnis para siswa sejak dini.

Adapun pemenang kompetisi tahun ini antara lain

Dari Kelas ke Dunia Nyata, VCI Redea Institute Asah Naluri Bisnis Generasi Z
Dari Kelas ke Dunia Nyata, VCI Redea Institute Asah Naluri Bisnis Generasi Z @ 2025 merdeka.com

Kategori Advanced

Outstanding Presentation: Caplok by NVCo

Best Marketing Strategy: Titip Aja! by Kudeta

Best Innovative Idea: Jelantic by Haegea

Best Business Plan: Caplok by NVCo

Kategori Basic

Outstanding Presentation: Santara – SMKN 20

Best Marketing Strategy: Ventuphous – SMKN 51

Best Innovative Idea: Revo’N – SMKN 43

Best Business Plan: Santara – SMKN 20

VCI Jadi Ruang Pembuktian Kompetensi

Bagi para peserta, VCI menjadi ruang pembuktian kompetensi di luar buku teks. Oka, siswa SMKN 20 Jakarta yang menjabat CEO di perusahaan virtualnya, mengaku mendapatkan pengalaman kepemimpinan nyata selama mengikuti program tersebut.

“Kami benar-benar berjuang dari nol. Sekarang saya merasakan pengalaman menjadi CEO yang sesungguhnya. Program ini membantu menggali potensi diri saya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Keyza, yang menilai masukan dari dewan juri sangat aplikatif untuk diterapkan setelah lulus sekolah.

Menariknya, sejumlah peserta berasal dari kalangan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan mampu bersaing setara dengan peserta dari sekolah lain. Hal ini menunjukkan bahwa akses yang adil, pembinaan berkelanjutan, dan kolaborasi dengan industri mampu membuka peluang prestasi yang merata.

Melalui VCI, Redea Institute tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik. Di tengah kebutuhan mendesak peningkatan rasio kewirausahaan nasional, pendekatan simulasi bisnis ini menjadi salah satu model konkret dalam mempersiapkan Generasi Z menghadapi realitas ekonomi masa depan.

Rekomendasi