Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kediri gencar memperkuat edukasi untuk menekan prevalensi stunting di wilayahnya. Upaya ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan generasi unggul di masa depan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menyatakan bahwa edukasi pola pengasuhan anak yang ideal menjadi fokus utama. Edukasi ini tidak hanya sebatas pemberian makanan tambahan, melainkan juga pendampingan ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang balita secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diwujudkan melalui lomba penyuluhan 10 Program Pokok PKK yang diikuti oleh ketua PKK tingkat desa. Lomba tersebut menjadi wadah edukasi efektif dengan mengangkat tema relevan seperti pola asuh anak di era digital, kesehatan pangan keluarga, dan pencegahan stunting.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Edukasi dan Pola Asuh Ideal dalam Pencegahan Stunting
Eriani Annisa Hanindhito, yang akrab disapa Mbak Cicha, menegaskan bahwa penyuluhan merupakan ujung tombak perubahan di tengah masyarakat. Melalui penyuluhan, kader PKK dapat menjelaskan cara menyentuh masyarakat dan mendorong perubahan positif, khususnya dalam penanganan stunting.
Pencegahan stunting memerlukan pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada asupan gizi. Edukasi tentang pola pengasuhan anak yang ideal, termasuk batasan penggunaan gawai dan komunikasi hangat di rumah, jauh lebih penting. Hal ini membantu orang tua memahami peran krusial mereka dalam tumbuh kembang anak.
PKK Kabupaten Kediri meyakini bahwa kader-kader di tingkat desa adalah garda terdepan dalam upaya ini. Mereka berperan vital dalam memberikan edukasi terkait peran orang tua dan penanganan stunting, termasuk pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Target Penurunan Stunting di Kabupaten Kediri
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengungkapkan bahwa angka stunting di Kabupaten Kediri menunjukkan penurunan. Data bulan timbang Agustus 2025 mencatat angka stunting turun menjadi 8,04 persen dari hasil Agustus 2024.
Meskipun ada penurunan, Bupati Hanindhito menilai angka tersebut belum signifikan. Penurunan sebesar 0,42 persen dibandingkan tahun 2024 masih memerlukan penanganan serius. Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan bahwa penurunan ini belum cukup untuk mencapai target daerah bebas stunting atau zero stunting.
Oleh karena itu, upaya berkelanjutan dari PKK dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Diharapkan setiap orang tua dapat memahami pola pengasuhan anak yang ideal dan cara mengolah makanan bergizi. Dengan demikian, angka stunting di Kabupaten Kediri dapat ditekan secara optimal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews