Cerita Warga Solo Merapal Doa Saat Rasakan Gempa Dini Hari di Wilayah Pacitan

Gempa di Pacitan Jawa Timur, guncangannya dirasakan masyarakat Soloraya dan sekitarnya.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Cerita Warga Solo Merapal Doa Saat Rasakan Gempa Dini Hari di Wilayah Pacitan
Cerita Warga Solo Merapal Doa Saat Rasakan Gempa Dini Hari di Wilayah Pacitan (Merdeka.com)

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang perairan selatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2) pukul 01.10 WIB.

Guncangan juga dirasakan oleh masyarakat yang berada di Soloraya dan sekitarnya.Warga di Kecamatan Baki, Sukoharjo terbangun dan merasakan guncangan selama beberapa detik.

"Tadi saya terbangun pukul 01.07 WIB, jendela rumah saya bergetar kencang. Saya bangunkan anak, istri dan keluarga," ujar Purwanto, warga Menuran, Baki.

Karena takut, ia pun segera keluar rumah untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Dan ternyata sudah ada beberapa tetangga yang juga keluar rumah.

Selain Sukoharjo, guncangan gempa juga dirasakan warga Wonosari, Klaten, Larasati.

"Betul ada gempa mas, tapi iki kroso (terasa) banget," ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Merapal Doa

Meski takut, Larasati mengaku tak sampai keluar rumah. Ia memilih menunggu di dalam sambil berdoa dan menanti perkembangan selanjutnya.

Kondisi serupa dialami warga Sriwedari, Solo, Agus Prasetyo. Saat kejadian, dirinya baru pulang dari luar kota. Sesampai di rumah sekitar pukul 01.09 tiba-tiba jalannya oleng.

"Jadi saya tadi naruh motor di garasi. Mau jalan ke ruang tamu, tiba-tiba kok oleng. Ternyata gempa, terus saya bangunkan keluarga saya," ucapnya.

Guncangan akibat gempa ini dilaporkan terasa di berbagai wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, termasuk hingga Surabaya dan Banyuwangi. Kejadian ini sempat membuat panik warga yang terbangun dari tidurnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, menjelaskan bahwa pusat gempa berjarak sekitar 90 kilometer di tenggara Pacitan. Kedalaman gempa tergolong dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut.

Meskipun guncangan Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan cukup kuat, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hingga Jumat pagi, belum ada laporan mengenai korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan signifikan. Pihak berwenang masih terus memantau dampak lanjutan di lapangan.

Rekomendasi