BPS DKI Jakarta Ungkap Lapangan Usaha Terbesar dalam Penyerapan Tenaga Kerja Jakarta

Data terbaru BPS DKI Jakarta menunjukkan sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi Penyerapan Tenaga Kerja Jakarta, dengan beberapa sektor lain juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPS DKI Jakarta Ungkap Lapangan Usaha Terbesar dalam Penyerapan Tenaga Kerja Jakarta
Data terbaru BPS DKI Jakarta menunjukkan sektor perdagangan besar dan eceran mendominasi Penyerapan Tenaga Kerja Jakarta, dengan beberapa sektor lain juga menunjukkan peningkatan signifikan. (AntaraNews)

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis data terbaru mengenai kondisi ketenagakerjaan di ibu kota pada November 2025. Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan adanya pergeseran dan dominasi sektor tertentu dalam menyerap tenaga kerja.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi tulang punggung utama penyerapan tenaga kerja. Kontribusinya mencapai 23,22 persen dari total angkatan kerja yang terserap di Jakarta.

Pola penyerapan ini relatif konsisten dibandingkan kondisi pada Agustus 2025, meskipun ada beberapa sektor yang menunjukkan peningkatan signifikan. Data ini memberikan gambaran komprehensif tentang dinamika pasar kerja di ibu kota.

Menurut BPS DKI Jakarta, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran memimpin dalam Penyerapan Tenaga Kerja Jakarta. Sektor ini menyumbang 23,22 persen dari total tenaga kerja yang terserap di ibu kota.

Selain itu, sektor akomodasi makan minum juga memberikan kontribusi besar dengan menyerap 13,29 persen tenaga kerja. Angka ini menunjukkan vitalnya peran sektor pariwisata dan kuliner dalam ekonomi Jakarta.

Sektor transportasi dan perhutangan turut menjadi penyerap tenaga kerja yang signifikan, mencapai 11,92 persen. Ketiga sektor ini secara kolektif menjadi pilar utama dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk Jakarta.

Pola penyerapan tenaga kerja oleh lapangan usaha ini tidak banyak berubah dibandingkan data Agustus 2025. Pada periode tersebut, sektor perdagangan menyerap sekitar 23,01 persen tenaga kerja.

Periode Agustus hingga November 2025 mencatat peningkatan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar pada beberapa sektor. Lapangan usaha akomodasi dan makan minum mengalami penambahan sekitar 38 ribu orang.

Peningkatan signifikan juga terjadi pada lapangan usaha aktivitas keuangan dan asuransi, dengan penambahan sekitar 33 ribu orang. Hal ini menunjukkan pertumbuhan sektor jasa keuangan di Jakarta.

Sektor perdagangan besar dan eceran, meskipun sudah dominan, juga mengalami peningkatan tenaga kerja sekitar 22 ribu orang. Ini menegaskan kekuatan sektor perdagangan dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja.

Penambahan jumlah tenaga kerja di sektor-sektor ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar kerja di Jakarta. Adanya peningkatan ini menunjukkan dinamika positif dalam beberapa bidang usaha.

Di sisi lain, beberapa lapangan usaha di Jakarta mengalami penurunan jumlah tenaga kerja selama periode yang sama. Penurunan terbesar teridentifikasi pada lapangan usaha aktivitas kesehatan dan kegiatan sosial.

Sektor industri pengelolaan juga mencatat penurunan jumlah tenaga kerja, bersama dengan sektor informasi dan komunikasi. Penurunan ini perlu menjadi perhatian untuk analisis lebih lanjut mengenai faktor penyebabnya.

Secara keseluruhan, jumlah penduduk yang bekerja di Jakarta pada November 2025 mencapai 5,18 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 48,6 ribu orang dibandingkan dengan Agustus 2025.

Meskipun demikian, jumlah angkatan kerja mencapai 5,53 juta orang, yang mengakibatkan jumlah penduduk menganggur sebanyak 349 ribu orang. Angka pengangguran ini meningkat sekitar 18,63 ribu dibandingkan Agustus 2025, menunjukkan tantangan yang masih ada dalam Penyerapan Tenaga Kerja Jakarta.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi