Polda Metro Jaya Telusuri Asal Senjata Tajam yang Dipakai Remaja untuk Tawuran

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan, senjata tajam yang disita bukan jenis perkakas.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Polda Metro Jaya Telusuri Asal Senjata Tajam yang Dipakai Remaja untuk Tawuran
Polda Metro Jaya Telusuri Asal Senjata Tajam yang Dipakai Remaja untuk Tawuran (Merdeka.com)

Sebanyak 56 bilah senjata tajam berbagai jenis disita sebagai barang bukti selama Operasi Pekat Jaya 2026, yang digelar sejak 28 Januari hingga 11 Februari 2026.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan, senjata tajam yang disita bukan jenis perkakas untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, penyidik melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak pemasoknya.

"Sehubungan dengan tempat pembuatan senjata tajamnya. Sebagaimana tadi dipertanyakan oleh rekan-rekan media, bahwa ini bukan senjata tajam yang layaknya digunakan untuk kepentingan sehari-hari. Tentunya kami sedang melakukan pendalaman di dalam proses penyidikannya untuk pengembangan sampai pada si pembuat senjata tajam ini," kata Iman kepada wartawan, Rabu (4/2).

Hentikan Produksi Sajam

Menurut Iman, pengembangan penyidikan diarahkan hingga ke sumber pembuatan senjata tajam tersebut. Hal ini agar produksi senjata yang kerap dipakai tawuran bisa dihentikan dari hulunya.

"Hal ini dengan tujuan agar tidak lagi memproduksi senjata-senjata tajam yang dapat digunakan untuk kegiatan tawuran," ucap dia.

Polda Metro Jaya Telusuri Asal Senjata Tajam yang Dipakai Remaja untuk Tawuran
Polda Metro Jaya Telusuri Asal Senjata Tajam yang Dipakai Remaja untuk Tawuran Ady Anugrahadi

Dari temuan awal, sebagian senjata diketahui merupakan hasil modifikasi alat-alat tertentu yang kemudian diasah dan diubah fungsinya menjadi senjata. Meski demikian, polisi tetap menelusuri pihak yang membuat dan mendistribusikannya.

"Walaupun sebagian daripada senjata ini juga, berdasarkan informasi awal yang kami terima, ini juga modifikasi dari apa alat-alat atau peralatan-peralatan yang ada kemudian dibuat tajam dan dijadikan senjata. Tapi kami terus akan telusuri kepada sumber pembuatnya," katanya.

Rekomendasi