Indra Sjafri, praktisi sepak bola sekaligus mantan pelatih tim nasional Indonesia, mengemukakan lima langkah fundamental untuk memajukan sepak bola nasional. Langkah-langkah ini bertujuan agar Indonesia memiliki peluang realistis tampil di ajang Piala Dunia. Pernyataan ini disampaikan dalam Dialog Meja Bundar di Jakarta pada Selasa, 4 Februari.
Menurut Indra Sjafri, perbaikan mendasar diperlukan agar cita-cita menembus panggung Piala Dunia dapat tercapai, setidaknya pada tahun 2034. Ia menekankan bahwa PSSI harus segera mengambil tindakan konkret untuk mewujudkan ambisi tersebut. Diskusi tersebut juga membahas peran siaran olahraga sebagai ruang edukasi publik.
Kelima strategi yang diuraikan Indra Sjafri mencakup aspek infrastruktur, kurikulum, kualitas pelatih, pembinaan pemain, dan kompetisi usia muda. Semua elemen ini dianggap krusial untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang berkelanjutan dan berdaya saing di kancah internasional.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Sepak Bola Merata
Indra Sjafri menegaskan, pembangunan infrastruktur sepak bola tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar. Lapangan sepak bola di daerah dan desa juga harus mendapatkan perhatian serius untuk perbaikan. Hal ini penting sebagai basis awal pembinaan pemain usia dini di seluruh penjuru negeri.
Pemerataan infrastruktur akan membuka akses lebih luas bagi anak-anak di pedesaan untuk berlatih dan mengembangkan bakat mereka. Dengan fasilitas yang memadai, potensi-potensi muda dapat teridentifikasi lebih awal, yang merupakan fondasi kuat bagi kemajuan sepak bola nasional di masa mendatang. "Infrastruktur bukan hanya membangun stadion di kota, lapangan sepak bola di desa juga harus diperbaiki," kata Indra.
Advertisement
Pembaruan Kurikulum dan Peningkatan Kualitas Pelatih
Langkah kedua yang disoroti adalah pembaruan kurikulum sepak bola nasional agar selaras dengan tren global. Kurikulum yang adaptif sangat penting untuk memastikan metode latihan dan taktik tidak tertinggal dari negara-negara maju. Ini akan membantu pemain dan pelatih mengikuti perkembangan zaman dan standar permainan modern.
Selain itu, Indra Sjafri menekankan perlunya memperbanyak pelatih berkualitas dan berlisensi A Pro. Ia menilai peningkatan kuantitas dan kualitas pelatih, termasuk pemegang lisensi profesional, menjadi prasyarat penting bagi kemajuan sepak bola nasional. "Indonesia baru punya 44 orang pelatih yang berlisensi A Pro, kalau dibandingkan dengan Jepang misalnya, mereka sudah punya ribuan pelatih berlisensi tersebut," ujar Indra.
Advertisement
Jalur Pembinaan Pemain dan Penguatan Kompetisi Usia Muda
Indonesia juga memerlukan jalur pembinaan pemain yang jelas dan terstruktur, mulai dari usia dini hingga level profesional. Sistem berjenjang ini diyakini mampu menciptakan kesinambungan dalam pengembangan talenta. Pemain muda akan memiliki panduan yang terang untuk mencapai puncak karier mereka dengan dukungan yang terarah.
Terakhir, penguatan kompetisi usia muda harus menjadi prioritas utama sebagai fondasi regenerasi jangka panjang. Kompetisi yang rutin dan berkualitas akan memperkaya jam terbang serta mental bertanding pemain muda. Indra Sjafri mengapresiasi PSSI yang telah memulai langkah penting ini, dan berharap momentum siaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI dapat menjadi sarana edukasi bagi semua pihak terkait sepak bola.
Sumber: AntaraNews
Advertisement