Mayat Tak Utuh Ditemukan Saat Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Diduga Penumpang

Jenazah tersebut diduga penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025 lalu.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Mayat Tak Utuh Ditemukan Saat Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Diduga Penumpang
Mayat Tak Utuh Ditemukan Saat Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Diduga Penumpang (Merdeka.com)

Sesosok mayat ditemukan mengapung di Perairan Selat Bali, pada Minggu (1/2) pagi. Identitas mayat itu belum diketahui.

Jenazah tersebut diduga penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada 2 Juli 2025 lalu.

Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya mengatakan, kepolisian belum bisa memastikan apakah jenazah itu adalah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Jenazah sudah dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Belum bisa dipastikan, karena jenazah dikirim ke Banyuwangi," kata Arnaya, Minggu (1/2).

Penemuan Mayat di Jembrana
Penemuan Mayat di Jembrana merdeka.com

Kronologi Mayat Ditemukan

Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.15 WITA oleh Danpos AL Gilimanuk saat melaksanakan patroli laut di sekitar lokasi kegiatan evakuasi kerangka KMP Tunu Pratama Jaya, tepatnya pada koordinat 08°09'33,11" LS dan 114°29'52,03" BT.

Kemudian menindaklanjuti temuan tersebut, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi mayat.

Sekitar pukul 08.30 WITA, jenazah berhasil dievakuasi ke tepi Pantai Cemara, Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk Kompol Arya Agung Arjana Putra mengatakan, evakuasi dilakukan tim gabungan dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Sat Polair Polres Jembrana Pos Gilimanuk, Pos TNI AL Gilimanuk, UPP Pelabuhan Gilimanuk, Pekerja BC Pioner 88, serta nelayan setempat.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh dengan mengenakan celana panjang warna hitam dan ikat pinggang hitam. Kondisi fisik korban mengalami kerusakan sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan oleh pihak berwenang," ujar Arya.

Kemudian, sekitar pukul 09.00 WITA, dilakukan serah terima jenazah dari Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk yang didampingi Danpos AL Gilimanuk kepada Sat Polair Polresta Banyuwangi. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Banyuwangi menggunakan Kapal Polair Banyuwangi Nomor Lambung X-1033 untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.

Arya menegaskan bahwa Polri telah melakukan langkah-langkah kepolisian mulai dari penerimaan laporan, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan keterangan, bantuan evakuasi, hingga koordinasi lintas wilayah dengan Sat Polair Polresta Banyuwangi.

"Polri juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa laut, agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal mencurigakan di perairan melalui layanan darurat 110, guna penanganan cepat dan tepat," tandas Arya.

Rekomendasi