Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak, SMPN 1 Sambong Blora Jadi Sorotan

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen meninjau langsung SMPN 1 Sambong di Blora yang rusak parah, menegaskan komitmen pemerintah dalam program Revitalisasi Sekolah demi fasilitas pendidikan yang aman dan layak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Rusak, SMPN 1 Sambong Blora Jadi Sorotan
Staf Ahli Kemendikdasmen meninjau langsung kondisi SMPN 1 Sambong Blora yang rusak parah, menandai dimulainya upaya revitalisasi untuk memastikan sarana pendidikan yang layak dan aman. (AntaraNews)

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Mariman Darto, melakukan inspeksi mendalam terhadap kondisi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sambong di Blora, Jawa Tengah. Kunjungan ini dilakukan pada Sabtu, 31 Januari 2026, untuk meninjau kerusakan struktural yang membahayakan di sekolah tersebut.

Inspeksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keamanan dan kelayakan fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia. Darto menekankan bahwa revitalisasi sekolah menjadi program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung budaya lokal.

Kondisi SMPN 1 Sambong yang telah berusia puluhan tahun menjadi perhatian utama, dengan beberapa bagian bangunan yang mulai rapuh dan memerlukan penanganan segera. Pemerintah bertekad untuk tidak hanya memperbaiki kerusakan, tetapi juga meningkatkan standar fasilitas pendidikan secara nasional.

SMPN 1 Sambong, yang dibangun pada tahun 1983, menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural yang signifikan, terutama pada bagian atap dan plafon. Mariman Darto secara langsung mengamati kerusakan tersebut dan menyatakan keprihatinannya terhadap potensi risiko keselamatan bagi siswa dan staf pengajar.

"Atap dan plafon yang ambruk sangat berbahaya, jadi saya meminta pemeriksaan menyeluruh di semua ruang kelas," ujar Darto, menyoroti urgensi penanganan. Kerusakan paling parah terjadi pada 15 Desember 2025, ketika atap dan plafon sekolah ambruk, memaksa kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara ke laboratorium dan ruang lain yang tersedia.

Kepala Sekolah SMPN 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati, melaporkan bahwa kerusakan bangunan telah berlangsung selama beberapa tahun. Mengingat SMPN 1 Sambong adalah satu-satunya sekolah menengah pertama di Kecamatan Sambong, revitalisasinya sangat krusial untuk menjaga layanan pendidikan di wilayah tersebut.

Kunjungan Mariman Darto ke Blora mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai dan aman. Beliau menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah berharap revitalisasi ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mendukung pengembangan budaya. Selain itu, Darto juga menekankan pentingnya peningkatan sanitasi sekolah sebagai bagian integral dari upaya penyediaan fasilitas belajar yang sehat.

Isu serupa kemungkinan juga terjadi di sekolah-sekolah tua lainnya di seluruh Indonesia, sehingga inspeksi keamanan komprehensif sangat diperlukan. Pemerintah berupaya memastikan semua sekolah memenuhi standar kelayakan dan keamanan yang ditetapkan.

Darto memaparkan rencana program revitalisasi sekolah secara nasional untuk tahun 2026. Program ini menargetkan 11.446 sekolah yang saat ini sedang menunggu persetujuan anggaran.

Setelah melalui proses verifikasi dan validasi, renovasi fisik ditargetkan akan dimulai antara Februari dan Maret 2026. Proses pengerjaan diperkirakan akan selesai pada Juni 2026, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 90 hingga 100 hari.

Program ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan bangunan sekolah yang rusak dan tidak layak, memastikan setiap siswa memiliki akses ke lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Revitalisasi ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi