Hujan Deras Picu Banjir Tulungagung, Ratusan Rumah Terendam dan Akses Jalan Terganggu

Hujan intensitas tinggi memicu Banjir Tulungagung di beberapa wilayah, merendam ratusan rumah dan mengganggu akses jalan. BPBD imbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hujan Deras Picu Banjir Tulungagung, Ratusan Rumah Terendam dan Akses Jalan Terganggu
Curah hujan tinggi sejak Jumat malam menyebabkan Banjir Tulungagung di sejumlah wilayah, merendam ratusan rumah dan mengganggu akses jalan. Bagaimana kondisi terkini pasca-banjir yang dilaporkan telah surut? (AntaraNews)

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sejak Jumat (30/1/2026) malam memicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Akibatnya, ratusan rumah dilaporkan terendam dan beberapa akses jalan mengalami kemacetan total.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, menjelaskan bahwa banjir dilaporkan terjadi di beberapa titik seperti Kalidawir, Besole, serta Campurdarat. Peristiwa ini disebabkan oleh curah hujan lebat yang berlangsung cukup lama, yakni mulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB pada Jumat.

Meskipun demikian, sebagian besar wilayah yang terdampak banjir sudah mulai surut pada Sabtu (31/1/2026) pagi, seiring meredanya intensitas hujan. Berdasarkan laporan awal yang dihimpun BPBD, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berat akibat kejadian tersebut.

Sebaran dan Dampak Awal Banjir di Tulungagung

Banjir Tulungagung melanda sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan dengan ketinggian air yang bervariasi. Desa Besole menjadi salah satu titik yang terdampak signifikan, di mana genangan terjadi akibat peningkatan debit air saluran di sekitar permukiman warga.

Laporan awal yang dihimpun BPBD menunjukkan bahwa air sempat masuk ke sejumlah rumah warga di wilayah tersebut. Meskipun demikian, sebagian genangan dilaporkan mulai berangsur surut pada Sabtu pagi, memberikan harapan bagi warga untuk segera kembali beraktivitas.

Selain Desa Besole, wilayah Kalidawir dan Campurdarat juga termasuk area yang mengalami dampak banjir. Tim BPBD terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi keamanan dan membantu warga yang terdampak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa curah hujan ekstrem memiliki potensi besar untuk menyebabkan gangguan serius pada infrastruktur dan kehidupan masyarakat setempat.

Upaya Pemulihan dan Penanganan Pasca-Banjir

Setelah genangan air surut sepenuhnya pada Sabtu pagi, masyarakat di lokasi terdampak Banjir Tulungagung segera memulai aktivitas pembersihan lingkungan. Mereka membersihkan sisa genangan air dan material lumpur yang terbawa arus banjir dari rumah dan jalanan.

Sudarmaji menyatakan bahwa aktivitas masyarakat mulai berjalan normal, meskipun proses pembersihan masih terus dilakukan di beberapa lokasi yang terdampak parah. Ini menunjukkan semangat gotong royong warga dalam menghadapi bencana.

Pemerintah desa bersama unsur terkait telah melakukan pemantauan lanjutan serta pendataan dampak banjir sebagai bagian dari penanganan awal pascabencana. Langkah ini krusial untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak dan memberikan bantuan yang tepat sasaran kepada korban.

Koordinasi antarlembaga menjadi kunci dalam memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan efisien, meminimalkan dampak jangka panjang bagi masyarakat Tulungagung.

Peringatan Dini dan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi

BPBD Tulungagung mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang. Curah hujan di wilayah tersebut masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko banjir susulan tetap ada.

Kewaspadaan ini sangat penting mengingat intensitas hujan yang tinggi dapat kembali memicu peningkatan debit air sungai dan genangan di permukiman. Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi seperti BMKG.

Kesiapsiagaan dini, termasuk menyiapkan rencana evakuasi dan barang-barang penting, menjadi kunci untuk mengurangi risiko dampak bencana alam. BPBD akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mitigasi dan penanganan lebih lanjut.

Edukasi dan sosialisasi mengenai mitigasi bencana juga akan terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi