Menbud Fadli Zon Salurkan Bantuan untuk Pegiat Seni Korban Banjir Situbondo

Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan **bantuan Fadli Zon Situbondo** kepada pegiat seni terdampak banjir bandang di Situbondo, Jawa Timur, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap sektor budaya yang terkena musibah dan membantu pemulihan mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menbud Fadli Zon Salurkan Bantuan untuk Pegiat Seni Korban Banjir Situbondo
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan **bantuan Fadli Zon Situbondo** kepada pegiat seni terdampak banjir bandang di Situbondo, Jawa Timur, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap sektor budaya yang terkena musibah dan membantu pemulihan mereka. (AntaraNews)

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon pada Minggu, 25 Januari, menyalurkan bantuan kepada para pegiat seni yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Penyaluran **bantuan Fadli Zon Situbondo** ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap komunitas seni yang mengalami kerugian akibat musibah alam. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan membantu mereka untuk bangkit kembali.

Didampingi oleh Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Menbud Fadli Zon secara langsung menyerahkan paket sembako dan makanan siap saji. Penyerahan bantuan dilakukan kepada pasangan suami istri Dwi Bayu Prasetyanto dan Diny Tri Prastini, keduanya adalah pegiat seni tari yang berdomisili di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur. Kedatangan Menbud memberikan semangat baru bagi para korban bencana.

Banjir bandang yang melanda Situbondo pada Rabu malam, 21 Januari, menyebabkan kerusakan signifikan pada rumah dan peralatan seni milik pasangan tersebut. Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter, membawa serta lumpur yang merusak alat musik dan properti lainnya. Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah untuk segera memberikan uluran tangan.

Dampak Banjir Bandang Terhadap Komunitas Seni

Menbud Fadli Zon menunjukkan empati mendalam saat berinteraksi dengan Diny Tri Prastini, menanyakan kondisi alat musik yang rusak akibat banjir. "Sabar ya bapak ibu, alat musiknya terkena banjir," ucap Menbud Fadli Zon, menunjukkan keprihatinan atas kerugian yang dialami para seniman. Diny Tri Prastini menceritakan bahwa rumahnya diterjang luapan air Sungai Lubawang, yang membawa material lumpur ke dalam hunian mereka.

Kerusakan pada alat musik dan properti seni lainnya menjadi tantangan besar bagi para pegiat seni untuk kembali berkarya. Banjir bercampur lumpur tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga mengancam keberlangsungan aktivitas seni mereka. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus agar para seniman dapat segera pulih dan melanjutkan kontribusi mereka dalam melestarikan budaya.

Inisiatif bantuan ini menjadi langkah awal pemulihan bagi para seniman di Situbondo. Dukungan moral dan material dari pemerintah diharapkan dapat memotivasi mereka untuk tidak menyerah. Upaya rehabilitasi dan pemulihan pasca-bencana perlu terus dilakukan, termasuk bantuan untuk perbaikan alat-alat seni yang rusak.

Skala Kerusakan dan Wilayah Terdampak di Situbondo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat bahwa banjir bandang pada 21 Januari malam telah berdampak pada 7.435 unit rumah warga. Ribuan rumah ini tersebar di enam kecamatan, menunjukkan skala bencana yang cukup luas. Data ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pusat untuk menyusun rencana penanganan dan **bantuan Fadli Zon Situbondo** yang komprehensif.

Kecamatan Banyuglugur menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah, dengan 1.271 unit rumah terdampak akibat luapan air Sungai Lubawang. Di desa Kalianget saja, terdapat 1.065 rumah yang terendam, diikuti oleh Desa Banyuglugur dengan 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, dan Desa Tepos satu rumah. Kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum juga tidak terhindarkan di wilayah ini.

Selain Banyuglugur, Kecamatan Besuki juga mengalami dampak signifikan dengan 5.414 rumah terdampak. Rinciannya, 2.822 rumah di Desa Pesisir, 238 rumah di Desa Kalimas, 44 rumah di Desa Demung, 2.306 rumah di Desa Besuki, dan empat rumah di Desa Bloro. Hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (21/1) juga menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan.

Di Kecamatan Mlandingan, sebanyak 402 unit rumah terdampak, tersebar di Desa Selomukti (305 rumah) dan Desa Mlandingan Kulon (97 rumah). Selanjutnya, di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 227 rumah, dan Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng delapan rumah juga mengalami dampak banjir.

  • Total rumah terdampak: 7.435 unit di enam kecamatan.
  • Kecamatan Banyuglugur (1.271 rumah):
    • Desa Kalianget: 1.065 rumah
    • Desa Banyuglugur: 65 rumah
    • Desa Lubawang: 140 rumah
    • Desa Tepos: 1 rumah
  • Desa Pesisir: 2.822 rumah
  • Desa Kalimas: 238 rumah
  • Desa Demung: 44 rumah
  • Desa Besuki: 2.306 rumah
  • Desa Bloro: 4 rumah
  • Desa Selomukti: 305 rumah
  • Desa Mlandingan Kulon: 97 rumah

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi