Dompet Dhuafa Jawa Barat bersama Disaster Management Center (DMC) bergerak cepat menyikapi bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bandung Barat. Tim respons ini berfokus pada upaya pencarian serta pertolongan bagi para korban terdampak musibah alam tersebut.
Respons cepat Dompet Dhuafa ini dipusatkan di Kampung Babakan RW10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, sejak Sabtu (24/1). Mereka telah membuka Pos Hangat, menyiagakan ambulans, dan aktif mendukung operasi pencarian korban.
Hingga Minggu (25/1), dilaporkan sedikitnya 34 kepala keluarga atau 137 jiwa mengungsi di aula dan teras Kantor Desa Pasirlangu. Bencana ini menyebabkan 23 warga berhasil dievakuasi untuk perawatan medis dan delapan korban jiwa telah ditemukan, sementara 82 warga masih dinyatakan hilang.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penanganan Darurat di Lokasi Bencana
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana akibat insiden ini. Tim Respons Dompet Dhuafa Jawa Barat segera melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat sejak awal kejadian.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendirikan layanan Pos Hangat di Kantor Desa Pasirlangu. Pos ini telah melayani 175 penerima manfaat, termasuk penyintas, relawan, dan petugas gabungan yang bekerja di lapangan.
Yogi Achmad Fajar, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Barat, menjelaskan berbagai bantuan yang disalurkan. “Selain Pos Hangat, Dompet Dhuafa Jawa Barat juga mendirikan tenda peleton untuk pengungsi, membantu distribusi logistik dari BNPB, menyiapkan alas tidur dan selimut, serta menyiagakan Ambulans Barzah untuk kebutuhan evakuasi medis dan pemulasaraan jenazah,” ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Kebutuhan Mendesak dan Langkah Lanjutan Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa Jawa Barat mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi bencana. Ini meliputi selimut, tikar, air minum siap konsumsi, makanan siap santap, pakaian harian baru, serta paket perlengkapan kebersihan dasar.
Selain itu, sanitasi darurat dan ketersediaan air bersih juga menjadi prioritas utama untuk mencegah masalah kesehatan lebih lanjut. Layanan psikososial sangat dibutuhkan untuk mendampingi penyintas, khususnya keluarga korban dan anak-anak yang terdampak.
Pada Minggu sore, Dompet Dhuafa Jawa Barat merencanakan beberapa langkah lanjutan. Rencana tersebut mencakup asesmen dan kaji data, aktivasi Pos DMC, serta koordinasi erat dengan Basarnas Bandung.
Advertisement
Mereka juga akan membuka Pos Hangat di dua titik, yaitu Kantor Desa Pasirlangu dan lokasi musibah, serta terlibat aktif dalam operasi gabungan pencarian dan pertolongan korban yang masih hilang.
Advertisement
Tantangan dan Sinergi Penanganan Bencana
Proses penanganan di lapangan menghadapi sejumlah kendala yang cukup signifikan. Intensitas hujan yang masih tinggi menjadi salah satu tantangan utama bagi tim di lapangan.
Selain itu, akses jalan menuju lokasi bencana yang sempit dan berkelok turut menghambat mobilitas kendaraan bantuan. Kondisi ini berpotensi memperlambat proses distribusi logistik dan evakuasi.
Dompet Dhuafa Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak. Mereka akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, serta unsur relawan lainnya.
Advertisement
Sinergi ini bertujuan memastikan proses pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas dapat berjalan optimal di tengah situasi darurat yang menantang.
Sumber: AntaraNews