Tangerang, Banten – Jenazah Capt. Andy Dahananto, pilot senior pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang menjadi korban kecelakaan udara, telah tiba di rumah duka Perumahan PWS Tigaraksa, RW/RT 03/06, Desa Margasari, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (25/1) sekitar pukul 10.59 WIB.
Kedatangan jenazah Capt. Andy disambut haru oleh seluruh kerabat dan keluarga yang telah menanti sejak pagi hari. Suasana duka menyelimuti rumah, dengan pelayat silih berganti menyampaikan belasungkawa atas kepergian almarhum.
Sebelumnya, jenazah Capt. Andy telah menjalani upacara penghormatan dan penyerahan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Politeknik AUP, Jakarta Selatan. Proses ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan korban kecelakaan pesawat yang terjadi di wilayah pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.
Advertisement
Advertisement
Ratusan kerabat, keluarga, serta sahabat dan rekan kerja dari keluarga besar Indonesia Air Transport turut hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Capt. Andy Dahananto. Mereka berkumpul, menunjukkan solidaritas dan rasa kehilangan yang mendalam atas sosok pilot yang dikenal berdedikasi tersebut. Kehadiran mereka menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka.
Capt. Andy merupakan salah satu dari enam kru pesawat yang menjadi korban dalam insiden nahas tersebut. Selain dirinya, korban kru lainnya meliputi Copilot Muhammad Farhan Gunawan serta kru pesawat Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Kecelakaan ini menyisakan duka mendalam bagi dunia penerbangan Indonesia dan keluarga para korban.
Sebelumnya, jenazah Capt. Andy diterbangkan dari Makassar pada Sabtu (24/1) malam, sekitar pukul 21.30 WIT, menuju Jakarta. Kedatangan jenazah di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, menandai dimulainya proses penyerahan kepada keluarga.
Advertisement
Advertisement
Almarhum Andy Dahananto diterbangkan ke Jakarta bersama sembilan jenazah korban lainnya yang turut menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Seluruh jenazah, termasuk Capt. Andy, telah melalui proses upacara penghormatan yang layak. Selanjutnya, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono secara langsung menyerahkan masing-masing jenazah kepada keluarga korban.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) sebelumnya berhasil mengidentifikasi seluruh korban pesawat ATR 42-500. Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro di Makassar menyatakan, “Telah teridentifikasi seluruh korban sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang.” Proses identifikasi ini krusial untuk memastikan setiap korban dapat kembali ke pangkuan keluarga dengan identitas yang jelas.
Dari total 11 kantong jenazah yang diterima tim DVI dari tim SAR, identifikasi menunjukkan kecocokan identitas 10 orang sesuai manifest. Di antara korban yang teridentifikasi adalah Yoga Nouval Prakoso dan Ferry Irawan, keduanya pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertugas sebagai operator foto udara dan penumpang. Selain itu, Muhammad Farhan Gunawan selaku Co-Pilot, serta bagian tubuh yang teridentifikasi sebagai Hariadi, Dwi Murdiono, dan Restu Adi Pribadi, semuanya kru pesawat, juga telah dikonfirmasi. Capt. Andy Dahananto, usia 58 tahun, alamat Perumahan Tigaraksa, Desa Marga Sari Blok A1/36, Kabupaten Tangerang, Banten, juga telah teridentifikasi sebagai pilot pesawat ATR 42-500.
Advertisement
Advertisement
Rencananya, jenazah Capt. Andy Dahananto akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Ranca Sadang, Desa Sodong, Tigaraksa, pada Minggu siang ini. Pemakaman ini akan menjadi momen terakhir bagi keluarga dan kerabat untuk melepas kepergian almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini menjadi pengingat akan risiko dalam dunia penerbangan, namun juga menunjukkan dedikasi para kru dan pilot dalam menjalankan tugasnya. Dukungan terus mengalir bagi keluarga korban yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.
Sumber: AntaraNews
Advertisement