Aceh Tamiang, Aceh, 25 Januari 2026 – Sejumlah pasien di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan kepuasan mereka terhadap kualitas layanan kesehatan yang diberikan. Meskipun wilayah ini masih dalam perpanjangan masa tanggap darurat bencana banjir, rumah sakit berhasil mempertahankan standar pelayanan. Apresiasi ini datang dari warga yang merasakan langsung dampak positif dari kesigapan tim medis.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah memperpanjang masa tanggap darurat banjir hingga 3 Februari 2026, memastikan pemulihan menyeluruh. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat tenaga kesehatan untuk memberikan penanganan optimal kepada setiap pasien. Komitmen ini menjadi sorotan utama di tengah upaya pemulihan pascabencana yang sedang berlangsung.
Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun. Pihak rumah sakit berupaya keras melayani masyarakat dengan segala keterbatasan. Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga kesehatan publik di masa sulit.
Advertisement
Advertisement
Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Cepat
Hamdani, seorang pasien dari Kecamatan Rantau, mengungkapkan pengalamannya selama dirawat di RSUD Aceh Tamiang. Ia merasa puas dengan pelayanan yang responsif dan jelas, meskipun fasilitas rumah sakit masih dalam tahap adaptasi pascabencana banjir. Hamdani telah menjalani perawatan selama dua hari untuk sakit kaki bernanah yang memerlukan tindakan medis segera.
Menurut Hamdani, tim medis bergerak sangat cepat dalam melakukan pemeriksaan awal hingga tindakan operasi yang diperlukan. Kecepatan penanganan ini menjadi kunci dalam proses penyembuhannya. Ia berharap kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang terus terjaga dan bahkan meningkat seiring dengan pemulihan wilayah.
Senada dengan Hamdani, Aslamiah dari Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, juga memberikan apresiasi. Suaminya yang menjalani operasi benjolan punggung mendapatkan pelayanan dokter yang ramah dan profesional. Penanganan pascaoperasi juga berjalan lancar, menunjukkan konsistensi dalam perawatan pasien.
Advertisement
Aslamiah menambahkan bahwa suaminya dirawat selama tiga malam, dengan penanganan cepat sejak masuk rumah sakit. Perhatian perawat yang konsisten terhadap kebutuhan pasien selama perawatan sangat terasa. Pelayanan IGD hingga ruang rawat tetap sigap menyambut pasien darurat, termasuk lansia, tanpa terganggu kondisi pemulihan banjir.
Advertisement
Komitmen RSUD dalam Kondisi Darurat
Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, Andika Putra, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus tetap berjalan optimal di tengah situasi pemulihan. Ia menyatakan bahwa pelayanan tidak boleh terhenti satu hari pun, dalam keadaan apa pun. Bahkan jika rumah sakit terdampak, posko kesehatan tetap bergerak melayani warga secara berkesinambungan.
Tenaga medis dan manajemen berupaya memberikan layanan terbaik dengan segala keterbatasan yang ada. Mereka memastikan keselamatan pasien, kecepatan tindakan, serta kualitas perawatan tetap terjaga selama masa pemulihan. Komitmen ini menjadi landasan utama operasional rumah sakit.
RSUD juga berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana secara bertahap. Pemenuhan peralatan medis prioritas menjadi fokus agar pelayanan kesehatan semakin optimal dan responsif bagi masyarakat Aceh Tamiang. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mempercepat pengiriman peralatan yang dibutuhkan.
Advertisement
Penggunaan BPJS juga tidak mempengaruhi kualitas layanan, menurut Aslamiah. Seluruh pasien dilayani setara, cepat, dan manusiawi, tanpa adanya pembedaan. Hal ini menunjukkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan berkualitas tetap terbuka bagi semua lapisan masyarakat.
Advertisement
Tantangan dan Harapan di Masa Pemulihan
RSUD Aceh Tamiang mulai beroperasi kembali sejak 9 Desember 2025 pascabencana banjir, dengan kapasitas sekitar 35 persen. Saat ini, rumah sakit melayani sekitar 50 pasien rawat inap dan 200 kunjungan rawat jalan setiap harinya. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
Perpanjangan masa tanggap darurat bencana banjir oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang hingga 3 Februari 2026 bertujuan untuk memastikan pembersihan lumpur di pemukiman. Selain itu, langkah ini juga untuk memaksimalkan penanganan darurat bagi korban banjir. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan seluruh pihak, termasuk sektor kesehatan.
Meskipun pelayanan sudah sangat baik, para pasien seperti Hamdani dan Aslamiah tetap berharap adanya peningkatan kualitas layanan. Mereka berharap pascapemulihan, RSUD Aceh Tamiang mampu memberikan layanan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Harapan ini menjadi dorongan bagi manajemen rumah sakit untuk terus berinovasi.
Advertisement
Manajemen RSUD Muda Sedia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pengiriman peralatan medis. Tujuannya adalah menjaga kesinambungan layanan kesehatan yang aman, bermutu, berkelanjutan, dan menyeluruh bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang. Ini adalah langkah strategis untuk masa depan kesehatan daerah.
Sumber: AntaraNews